nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anggap Ceramahnya Kelewat Batas, Mahathir Minta Polisi Selidiki Penceramah Zakir Naik

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 11:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 18 2093717 anggap-ceramahnya-kelewat-batas-mahathir-minta-polisi-selidiki-penceramah-zakir-naik-buQWeQHRBm.jpg Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad mengatakan bahwa penceramah kontroversial Zakir Naik melampaui batas ketika dia berbicara mengenai politik rasial dan memunculkan ketegangan rasial di Malaysia.

Mahathir mengatakan dia tidak yakin siapa yang memberikan status tinggal permanen Malaysia kepada penceramah kelahiran India itu. Namun, terlepas dari hal itu, pemegang status tersebut tetap tidak dapat berpartisipasi dalam politik.

BACA JUGA: Munculkan Kontroversi, Kabinet Malaysia Bahas Status Kependudukan Penceramah Zakir Naik

Zakir Naik diberikan izin tinggal permanen oleh pemerintahan Barisan Nasional sebelumnya.

"Guru agama dapat berkhotbah, tetapi dia tidak melakukan itu. Dia berbicara tentang mengirim orang Tionghoa kembali ke China dan orang India kembali ke India. Itu politik," kata Mahathir sebagaimana dilansir The Star, Senin (19/8/2019).

Pemerintah Negara Bagian Penang, Perlis, Kedah dan Sarawak dilaporkan telah melarang Naik untuk berceramah di wilayah mereka.

Mahathir mengatakan pemerintah berhati-hati tentang cara mengatakan hal-hal yang peka terhadap berbagai komunitas di negara itu.

Zakir Naik.

"Saya belum pernah mengatakan hal semacam ini. Tapi dia menyuruh orang China untuk kembali (ke negaranya).

"Jika Anda ingin berbicara tentang agama, silakan, itu diperbolehkan. Kami tidak ingin menghentikannya melakukan hal itu. Tetapi sangat jelas ia ingin berpartisipasi dalam politik rasial di Malaysia. Sekarang, ia membangkitkan perasaan rasial. Itu buruk," tambahnya.

Karena itu, Mahathir mengatakan bahwa polisi harus menyelidiki apakah Zakir Naik menyebabkan ketegangan atau tidak. Dia juga mengatakan aturan hukum akan dikenakan pada Zakir Naik karena ia dituduh telah berkhotbah tentang politik rasial dan membangkitkan ketegangan rasial.

BACA JUGA: India Tuding Zakir Naik Melakukan Pencucian Uang

"Apa pun tindakan yang kami ambil akan sesuai dengan hukum. Pemerintah ini menghormati aturan hukum," katanya.

Dalam sebuah ceramah agama di Kota Baru, Kelantan, pada 8 Agustus, Zakir Naik menanggapi seruan agar dia deportasinya dengan mengatakan bahwa orang Tionghoa Malaysia harus "kembali" terlebih dahulu karena mereka adalah "tamu lama" dari negara tersebut.

Sebelumnya, dia mengatakan bahwa umat Hindu di Malaysia lebih loyal kepada Perdana Menteri India, Narendra Modi daripada Mahathir, menimbulkan kecaman dari banyak pihak di Malaysia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini