JAKARTA – Rencana amandemen terbatas UUD 1945 semakin menguat setelah Fraksi PDIP mengajukan proposal rencana itu untuk dibahas oleh anggota MPR periode 2019-2024. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan kurang setuju dengan usulan yang dilayangkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Mardani menjelaskan, alasan pihaknya kurang sreg dengan rencana tersebut lantaran ia melihat posisi oposisi di periode mendatang kurang kuat. Sebab, hingga saat ini yang meneguhkan hati untuk berada di luar pemerintahan hanya pihaknya.
“Melihat kondisi saat ini, di mana oposisi tidak kuat, saya cenderung menghindari membuka opsi amandemen,” ujarnya kepada Okezone, Senin (19/8/2019).
Meski begitu, kata dia, pihaknya tetap membuka diri bila nantinya diajak fraksi lain untuk mendiskusi rencana perubahan UUD 1945 tersebut. Sebab, pihaknya akan terus mengawasi agar nantinya perubahan konstitusi negara itu tak melenceng dari ketentuan.
“PKS mencermati semua usulan dan siap mendiskusikan bersama,” katanya.