Ia menjelaskan alasan mereka hijrah dari Tanah Suci ke Indonesia. Sebab, para ulama yang diduga menganut aliran radikal di sana banyak yang dipenjara hingga terancam dihukum mati pemerintah Arab Saudi. Kata dia, kemumgkinan besar perubahan politik inilah yang mendorong sejumlah ulama untuk keluar dari negara dan berkelana ke sejumlah negara, salah satunya Indonesia.
“Suasana politik yang lebih bebas dan menguatnya konservatisme Islam, menjadi faktor yang mendukung mereka banyak hadir di sini. Bahkan sering disambut antusias oleh pengikut-pengikut salafi di Tanah Air. Sejumlah masjid yang makin banyak dikuasai jamaah salafi dan lembaga-lembaga pendidikan salafi, dengan senang hati memberi ‘karpet merah’ bagi syekh-syekh untuk menceramahi umat tentang Islam yang benar,” ujarnya.
Baca Juga : Mahfud MD Sebut Buronan Radikalisme dari Arab Akan Kabur ke Indonesia
Sementara itu, Okezone mencoba menanyakan kabar yang diembuskan Mahfud MD ke Mabes Polri. Namun, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, enggan memberikan keterangan. “Besok aja. Istirahat dulu,” singkatnya.