nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demo di Manokwari Rusuh, Massa Bakar Kantor DPRD Papua Barat

Chanry Andrew S, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 10:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 19 340 2093678 demo-di-manokwari-rusuh-massa-bakar-kantor-dprd-papua-barat-J9C6VVFdHp.jpeg Kantor DPRD Papua Barat dibakar massa (MNC Media/Istimewa)

PAPUA BARAT – Unjuk rasa warga di Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019), memprotes dugaan persekusi dan serangan rasis terhadap mahasiswa Papua di Pulau Jawa diwarnai kerusuhan. Selain memblokade jalan, massa membakar Kantor DPRD Papua Barat.

Asap hitam masih mengepul di Kantor DPRD Papua Barat, sementara pengunjuk rasa memenuhi jalan-jalan utama Kota Manokwari. Sejumlah ruas jalan protokol di Ibu Kota Papua Barat itu diblokir massa.

Aktivitas pemerintahan dan perekonomian masyarakat di Manokwari hari ini lumpuh total, karena banyak orang turun ke jalan berunjuk rasa. Kondisi Kota Manokwari saat ini masih mencekam.

Pendemo bukan hanya kaum pria, beberapa perempuan juga terlihat bergabung dengan massa.

Aparat kepolisian tampak kewalahan mengawal aksi massa. Polisi terus bernegosiasi dengan perwakilan massa agar bersedia membuka blokade jalan dan beraksi dengan damai, namun belum berhasil.Demo Manokwari

Unjuk rasa masyarakat di Manokwari tersebut memprotes penangkapan dan dugaan persekusi terhadap para mahasiswa asal Papua di sejumlah daerah terutama di Surabaya, Jawa Timur.

Mereka mengecam sikap represif aparat dan segelintir oknum yang mengeluarkan kata-kata bernada rasial terhadap masyarakat Papua.

Baca juga: Polisi Tembakkan Gas Air Mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, 43 Orang Diamankan

“Jangan coba-coba, kita semua ini NKRI. Sudah 74 tahun Indonesia merdeka, jangan ada lagi rasis-rasis,” teriak pengunjuk rasa di Manokwari.

Massa menyayangkan sikap segelintir ormas di Pulau Jawa yang menunjukkan sikap intoleransi terhadap mahasiswa Papua.

Baca juga: Tindakan Polisi Tangani Demo Mahasiswa Papua Diibaratkan Menghalau Asap, Bukan Api

“Kami orang Papua menerima orang-orang luar yang datang ke sini dengan penuh kasih, kenapa orang-orang kami diperlakukan seperti itu.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini