nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendonorkan Darah Sambil Baca Buku, Cara Baru Rumah Bako Berkegiatan Sosial

Amril Amarullah, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 17:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 19 340 2093921 mendonorkan-darah-sambil-baca-buku-cara-baru-rumah-bako-berkegiatan-sosial-Y3iVqSfl15.jpg Donor Darah di Rumah Bako (Foto: Okezone)

PADANG - Cara berbeda dilakukan oleh balai baca Rumah Bako (rumah orangtua) merayakan HUT ke-74 RI. Yakni, dengan menyelenggarakan aktivitas sosial donor darah. Dengan tagline 'Merdeka dan Berdaya' Balai Baca Rumah Bako menggandeng PMI Kota Bukitinggi dan organisasi kepemudaan dalam aktivitas.

Kegiatan tersebut sejak pagi, di Balai Baca Rumah Bako, Balai Gurah, Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Melalui kegiatan ini, Rumah Bako berusaha merangkul dan mengajak masyarakat berdaya bersama dengan mendonorkan darah mereka.

"Di hari perayaan tumpah darah, kita rayakan dengan donor darah. Harapan kami melalui kegiatan sosial makin menumbuhkan animo berbagi dan kepedulian sesama masyarakat. Sederhananya, suatu waktu ada masyarakat Balai Gurah yang butuh darah, kita sudah punya database pendonor yang ada di sekitar kita. Tidak repot-repot lagi cari kesana-kemari. Tinggal hubungi saja Balai Baca Rumah Bako," tutur Founder Rumah Bako, Edo Wakmen.

Rumah Bako

Menurut Eko, masyarakat menyambut baik aktivitas donor darah ini. Terbukti dengan banyaknya jumlah masyarakat yang berpartisipasi. Lebih kurang 30 orang pendonor mendukung program yang akan diselenggarakan rutin tiap 3 bulan oleh balai baca Rumah Bako.

Selain mendonorkan darahnya, masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membaca koleksi buku Balai Baca Rumah Bako. Sembari menunggu giliran dan juga sambil menstabilkan tubuh pasca-donor, buku menjadi pilihan mengisi waktu tersebut.

Rumah Bako

Sementara itu, Co-Founder Rumah Bako, Robby W. Riyodi, menegaskan bahwa kegiatan donor darah ini menjadi bagian dari menyadarkan kembali pada niatnya mendirikan Rumah Bako sebagai ruang belajar masyarakat.

"Semua kegiatan dan program didesain sedekat mungkin dengam masyarakat. Masyarakat yang menjadi pelaku dan masyarakat yang merasakan manfaat. Bagi kami literasi itu memudahkan masyarakat dalam menghadapi berbagai situasi dan persoalan," jelasnya.

Rumah Bako

Di sisi lain, Nilam sari, salah seorang pendonor menyatakan bahwa ia sangat merasakan manfaat dari program donor Rumah Bako ini.

"Donor memang sudah jadi rutinitas saya. Biasanya saya harus pergi ke lokasi donor yang jauh dari kampung. Tapi sekarang tidak, berkat kegitan Rumah Bako ini tidak perlu lagi jauh-jauh. Sudah ada di kampuang saya. Selain itu juga asyik donor di taman bacaan. Kita bisa baca-baca buku di sela-sela kegiatan," ujarnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini