Kedua beredar isu, sambung Barung, seakan masyarakat Surabaya dan Jatim menyebutkan ada hal-hal yang berkaitan dengan penistaan seseorang dengan melebling, dengan perkataan salah satu hewan. Barung menegaskan tidak ada kepolisian yang menyampaikan hal tersebut.
Jika pun ada OKP akan dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, sehingga yang muncul adalah di beberapa wilayah di papua mahasiwa dikatakan seperti itu melebilng (melebel seseorang dengan yang disangkakan misalnya dengan hewan).
"Ketiga, tidak ada sama sekali bahwa ini dilakukan penindasan pada mereka disini seperti yang beredar kabar bahwa adanya rasisme atau hal-hal yang berakibat terjadinya ketakutan mahasiswa papua, yang ada provokasi dari dalam yang mengakibatkan OKP dan masyarakat dari luar terpancing dan masuk kedalam," ungkapnya.
Barung menambahkan, seperti yang di Malang. Jika tidak diselamatkan oleh polri bagaimana dengan masyarakat Arema. Pihaknya menghimbau pada masyarakat agar melihat apa yang terjadi secara objektifitas, bukan hanya terpancing media sosial dan terpancing isu-isu tidak benar.
"Saya tegaskan tidak ada penahanan pada mahasiswa papua, tapi yang ada mengamankan. Kedua tidak ada polisi melebling seorang, yang ada selentingan dari OKP tertentu yang kita akan lakukan penyelidikan. Ketiga tidak ada rasisme disini, yang ada pemancingan emosi dari dalam sehingga memancing OKP dan masyarakat dari luar," tandasnya.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.