SURABAYA - Pelaku penyerangan terhadap anggota polsek Wonokromo, IM (30) warga asal Sumenep, Madura merupakan pendukung kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Ini diketahui setelah polisi melakukan pemeriksaan terhadap pelaku.
Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Jatim terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Sebab kemungkinan besar masih ada jaringannya di Jatim.
"Sementara ini kita identifikasi bersangkutan (pelaku penyerangan Polsek Wonokromo) pendukung kelompok JAD. Saya minta jaringannya semua ditangkap supaya tidak terulang lagi kejadian kemarin," terang Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada wartawan di Surabaya, Senin (19/8/2019).
Baca Juga: Pelaku Penyerangan 2 Polisi di Mapolsek Wonokromo Dibawa Densus 88

Menurut Tito, pelaku sendiri sudah ditangkap saat melakukan penyerangan, setelah bergumul dengan anggota yang dibacok dan dibantu dengan dua anggota lain. Pelaku dilumpuhkan dan sudah ditahan sekarang.
"Saat itu tersangka pura-pura buat laporan dan melakukan penyerangan dalam bentuk bacokan sajam di bagian kepala dan tangan. Kondisi korban (Agus) membaik, kesadaran penuh. Memang ada luka bacok di kepala dan tangan semua dilakukan tindakan operasi. Secara umum baik," paparnya.
Tito menambahkan, pihaknya menyampaikan penghargaan pada anggota yang menjadi korban penyerangan terorisme. Dirinya juga meminta pada keluarganya untuk tetap tabah. Sebab tugas bhayangkara salah satu ancamannya adalah pelaku terorisme.
(Edi Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.