nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kewarganegaraannya Dicabut Inggris, Eks Militan ISIS "Jihadi Jack" Berharap Diterima Kanada

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 20 Agustus 2019 09:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 20 18 2094145 kewarganegaraannya-dicabut-inggris-eks-militan-isis-jihadi-jack-berharap-diterima-kanada-Rq8U8NH11y.jpg Jack Letts dijuluki Jihadi Jack setelah pergi ke Suriah pada 2014. (Foto: BBC)

LONDON – Mantan militan kelompok Negara Islam (IS) asal Inggris yang dijuluki sebagai “Jihadi Jack” berharap pemerintah Kanada dapat mengambilnya dari penjara Kurdistan setelah London mencabut kewarganegaraannya.

Dalam sebuah wawancara dengan ITV, pria bernama asli Jack Letts itu mengatakan bahwa dia tidak terkejut dengan keputusan Inggris untuk mencabut kewarganegaraannya. Letts yang juga memiliki kewarganegaraan Kanada berharap Ottawa bersedia untuk membebaskannya dari penjara Kurdistan tempatnya saat ini ditahan.

BACA JUGA: Inggris Cabut Kewarganegaraan Remaja yang Bergabung dengan ISIS di Suriah

"Saya tidak berpikir dari mana Anda berasal didasarkan pada selembar kertas. Sejujurnya hal-hal ini tidak memiliki banyak arti bagi saya. Saya tidak berpikir kewarganegaraan Inggris adalah masalah besar," kata Letts menurut kutipan dari ITV yang dilansir Reuters, Selasa (20/8/2019).

"Saya selalu merasa bahwa saya orang Kanada, ayah saya orang Kanada, dan saya toh tidak pernah diterima sebagai orang Inggris... Saya berharap Kanada membawa saya dari sini, saya bisa pergi ke sana, ke penjara, tentu saja”.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara ITV pada Februari, Letts mengatakan dia ingin kembali ke Inggris karena dia menganggap negara itu sebagai rumahnya.

BACA JUGA: Nyawanya Terancam, Remaja Inggris Anggota ISIS Kabur dari Kamp Pengungsian di Suriah

Pemerintah Kanada pada Senin mengungkapkan bahwa mereka kecewa dengan keputusan Inggris untuk sendiri “melepaskan tanggung jawab mereka” dengan mencabut kewarganegaraan Letts.

Berdasarkan laporan media, Letts melakukan perjalanan dari Inggris ke Suriah untuk bergabung dengan IS, dahulu dikenal dengan nama ISIS, pada 2014 ketika ia berusia 18 tahun. Dia telah ditahan di penjara Kurdi selama dua tahun terakhir setelah ditangkap ketika ia berusaha melarikan diri ke Turki.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini