Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Selasa, 20 Agustus 2019 |13:56 WIB
Komnas HAM Didesak Usut Rasisme Terhadap Mahasiswa Papua di Jatim
Demo di Komnas HAM mendesak pengusutan rasisme terhadap mahasiswa Papua (Fardiansyah/Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Massa dari Komunitas Pemuda Papua dan Lokataru Foundation berunjuk rasa di depan Gedung Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat. Mereka mendesak Komnas HAM mengusut dugaan pelanggaran HAM terhadap mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya, Jawa Timur.

Research Assistant Lokataru Foundation, Muhammad Elfiansyah Alaydrus, menganggap tindakan aparat sangat represif menghadapu mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Hal ini dinilai mencederai amanat Pasal 28 D UUD 1945 tengang persamaan di muka hukum.

Muhammad juga mendesak Komnas HAM menyelidiki serangan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang diduga dilakukan oleh aparat dan anggota ormas tertentu saat mengepung Asrama Mahasiswa Papua.

Baca juga: Demo di Manokwari Rusuh, Massa Bakar Kantor DPRD Papua Barat

Tindakan rasis itu diduga memunculkan kemarahan masyarakat Papua hingga memicu unjuk rasa besar-besaran di Bumi Cenderawasih dan sempat diwarnai kerusuhan.

"Tindakan pelaku rasisme terhadap mahasiswa Papua juga mengkhianati Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis," katanya di sela aksi, Selasa (20/8/2019).Demo Komnas HAM

Massa juga mengecam tindakan polisi yang menembakan gas air mata ke Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya saat hendak menangkap beberapa penghuninya untuk diminta keterangan terkait tuduhan pembuangan bendera merah putih.

Muhammad menilai tindakan aparat Polrestabes Surabaya tersebut sangat berlebihan dan melanggar peraturan kapolri (perkap). "Hal ini telah melanggar Perkap Nomor 01 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian," ucapnya.

Baca juga: Kapolri Akui Kerusuhan di Manokwari Dipicu Peristiwa di Surabaya & Malang

Mereka juga mengecam adanya serangan verbal kata-kata rasis dan penghinaan kepada para mahasiswa Papua di Surabaya saat dibawa oleh polisi.

"Karena ini sudah menyakiti hati rakyat Papua disamakan dengan binatang," ujarnya.

Baca juga: AJI: Terapkan Jurnalisme Damai dalam Memberitakan Peristiwa Papua

Massa meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap para oknum tersebut. "Oknum yang melakukan kekerasan harus dihukum dan diungkap ke publik siapa pelakunya," ucapnya.

Pemuda Papua, Yerangga mengakui sikap diskriminasi dan penghinaan atas ras sering diterima warga Papua, karena selama ini negara terkesan membiarkan aksi rasialisme terjadi. Kejadian di Surabaya adalah yang kesekian kalinya serangan rasis mereka dapati.

"Ini bukan kali pertama. Sebelumnya ada oknum aparat yang menyebut kami monyet," ucapnya.

Menurut Yerangga, umpatan kata binatang kepada mahasiswa Papua di Surabaya sangat menyakitkan.

"Percuma Presiden Jokowi pergi pulang balik karena kami dianggap seperti monyet, Jangan ada lagi diskriminasi terhadap masyarakat Papua. Kami dihina monyet, tapi harta dan kekayaan alam kami diambil semua. Ini kami dibunuh secara perlahan karena kami dianggap seperti monyet," jelas Yerangga dengan nada tinggi.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement