Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kiai Ma'ruf Ingin PKB Ambil Peran Lebih Besar

Abdul Rochim , Jurnalis-Rabu, 21 Agustus 2019 |21:12 WIB
Kiai Ma'ruf Ingin PKB Ambil Peran Lebih Besar
KH Maruf Amin hadiri penutupan Muktamar V PKB (Foto: Rochim/Koran Sindo)
A
A
A

BALI - Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi berakhir pada Rabu malam (21/8/2019). Selain menetapkan kembali Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum dan KH Dimyati Rois sebagai Ketua Dewan Syuro Periode 2019-2024, Muktamar juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang disebut Komitmen Bali.

Wakil Presiden terpilih KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya saat penutupan berharap PKB ke depan ikut menyukseskan program pembangunan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin yang tertera dalam program Nawacita 2.

"PKB akan mengambil peran lebih besar, lebih aktif sebagai partai yang lahir dari NU. Harus mengambil peran yaitu menjaga negara NKRI dari perpecahan, menjaga dari ketidakutuhan, baik karena faktor yang sifatnya kesukuan, kedaerahan, maupun karena adanya ideologi yang menyimpang dari kesepaatan yang diberikan para pendiri bangsa," tutur Kiai Ma'ruf.

Muktamar PKB

Menurut Kiai Ma'ruf, PKB harus ada di depan dalam menangkal berkembangnya faham radikalisme, intoleran, maupun faham khilafah. "Kenapa khilafah ditolak di Indonesia? Saya bilang bukan ditolak, tapi tertolak karena memang tidak bisa masuk karena menyalahi kesepakatan," tuturnya.

Baca Juga: Cak Imin: Muktamar V PKB Bahas Program Aksi 5 Tahun Mendatang

PKB bersama pemerintah juga harus melakukan pemberdayaan ekonomi masyarakat di dalam mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Ini untuk menghilangkan kesenjangan si kaya dan miskin, Jawa luar Jawa, kuat dan yang tidak kuat maka kita harus berdayakan masyarakat, terutama warga NU yang kebanyakan memang masyarakat kelompok dhuafa dan mustadafin," paparnya.

Kiai Ma'ruf berharap ke depan PKB terus mengalami kenaikan elektabilitas. "Waktu itu, 2014, saya berharap PKB kembali pada perolehannya tahun 1999 minimal 13 persen. Alhamdulillah ternyata 2014, PKB naik, 2019 juga naik. Kita harapkan terus naik," katanya.

Sementara itu, Muktamar VI PKB menghasilkan sejumlah rekomendasi yang terangkum dalam Komitmen Bali. Sejumlah poin yang ada di dalamnya di antaranya komitmen kebangsaan dengan mengawal dan memperkokoh Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan UUD 1945 dalam komitmen berbangsa dan bernegara Pancasila dalam NKRI adalah final.

Dalam susunan kepengurusan PKB 2019-2024, Muktamar hanya menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum Tanfidziyah dan KH Dimyati Rois sebagai Ketua Dewan Syuro. Pemilihan Cak Imin sebagai Ketum PKB secara aklamasi sementara untuk Ketua Dewan Syuro dilakukan melalui musyawarah Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) yang selanjutnya disetujui dalam rapat pleno terakhir Muktamar.

Steering Commite Muktamar 2019 ida Fauziyah mengatakan, untuk penyusunan struktur kepengurusan secara lengkap diserahkan kepada Cak Imin sebagai mandataris tunggal dan baru akan ditetapkan di luar forum Muktamar.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement