JAKARTA – Pengamat politik Emrus Sihombing menilai anggaran pin emas untuk anggota DPRD DKI Jakarta terpilih pada pelantikan 26 Agustus 2019 sebesar Rp1,3 miliar sangat boros. Sebab melalui anggaran sebesar itu, kata dia, bisa untuk meningkatkan kesejahteraan warga Ibu Kota yang banyak berada di bawah garis kemiskinan.
"Apakah mereka mewakili rakyat dengan menggunakan pin dari emas itu? Saya kira ini sangat pemborosan," ujar Emrus saat berbincang dengan Okezone, Selasa 20 Agustus 2019.
Baca juga: Anggaran Pin Emas DPRD DKI Rp1,3 Miliar Sebaiknya untuk Rakyat
Lebih lanjut Emrus berharap dana sebanyak Rp1,3 miliar lebih baik dialokasikan untuk kesejahteraan warga Jakarta.
"Jadi kalau Rp1,3 miliar dialokasikan itu untuk kesejahteraan rakyat, jauh lebih berguna. Jadi, saya kira berlebihan lah ini," ungkapnya.
Guna menekan anggaran pin emas, Emrus menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggunakan pin yang terbuat dari karya tangan warga ataupun dengan bahan yang tidak semahal emas.
Baca juga: Pin Emas DPRD DKI Seharga Rp1,3 Miliar Dinilai Buang-Buang Duit
"Bisa enggak pinnya dibuat, misalnya dari hasil karya buatan tangan masyarakat Jakarta, jadi karya seni. Entah itu dibuat dari alumunium, perak, dan lain-lain yang harganya jauh lebih murah," tutur Emrus.
Seperti diberitakan, pin emas yang dianggarkan ada dua jenis, yakni emas seberat 5 gram untuk 132 orang dengan anggaran Rp552.703.800, kemudian emas seberat 7 gram untuk 133 orang total Rp779.647.330.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.