nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

18 Hari Hanyut di Perairan Sulut, 9 Orang ABK Ditemukan Selamat

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 21 Agustus 2019 11:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 21 340 2094670 18-hari-hanyut-di-perairan-sulut-9-orang-abk-ditemukan-selamat-swnupz7ZBY.jpg ABK yang ditemukan selamat oleh tim SAR (foto: ist)

MANADO - Sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) KM Aleluya yang berasal dari Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat sejak hanyut pada 27 Juli 2019 lalu. Setelah menghilang 18 hari, mereka ditemukan oleh nelayan lokal di Rescue Coordination Centers (RCC) Guam.

Sebelumnya, pada tanggal 28 Juli lalu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manado menerima informasi adanya kecelakaan pelayaran KM. Aleluya yang mati mesin di perairan Sulut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kakansar) Manado, Gede Darmada mengungkapkan bahwa sebelumnya sudah sempat melakukan pencarian berhari-hari namun hasilnya nihil, operasi pun ditutup.

"Namun Basarnas tetap melakukan pemantauan apabila ada tanda-tanda dari KM Aleluya tersebut," ujar Gede Darmada, Rabu (21/8/2019).

Selanjutnya menurut Kakansar, pada Rabu 14 Agustus 2019, sekira pukul 09.00 seorang ABK atas nama Rahmat Bakus ditemukan oleh kapal N03 Kinseimaru dalam keadaan selamat dan kemudian di evakuasi ke pelabuhan Naha Okinawa, Jepang.

ABK

Keesokan harinya, Kamis 15 Agustus 2019, sekira pukul 09.00 WIB diterima informasi dari RCC Guam bahwa kedelapan ABK KM Aleluya lainnya telah ditemukan dengan kondisi selamat oleh kapal nelayan lokal.

"Masing-masing ABK bernama Elieser Manoka, Rizky Rahim, Jufri Lalele, Musbal Mabiang, Jon Manuahe, Lesianus Baghiu, Alfri Frans dan Rival Frans Kemudian diserahkan pada US Coast Guard yang sedang melakukan patrol dan selanjutnya dievakuasi ke negara Republik Palau. Sementara itu Kapal Aleluya ditarik oleh US Patrol Coast Guard dan dipantau oleh RCC Guam menuju pelabuhan Palau," jelas Kakansar.

Langkah selanjutnya, Basarnas Manado melakukan Rapat bersama Lurah Pancuran Kecamatan Lembeh Selatan Demsus Susanto Bulamei dan Marnes Sanggili selaku pemilik kapal serta keluarga korban untuk kooordinasi terkait pemulangan para ABK tersebut.

“Untuk proses kepulangan 8 orang ABK KM Aleluya, Kantor SAR Manado telah berkoordinasi dengan Direktorat Operasi Basarnas Pusat agar dibantu prosesnya pada kementerian Luar Negeri Indonesia," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini