Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pencipta Lagu Hari Merdeka Adalah Seorang Habib, Siapa Dia?

Demon Fajri , Jurnalis-Kamis, 22 Agustus 2019 |07:08 WIB
Pencipta Lagu Hari Merdeka Adalah Seorang Habib, Siapa Dia?
Foto: Ist
A
A
A

Dalam perjalanan hidupnya, pria dengan nama lengkap Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad Al-Muthahar ini sempat menjadi pegawai Rikuyu Sokyoku atau Jawatan Kereta Api Jawa Tengah Utara, Semarang. Muthahar juga dipercaya menjadi ajudan Presiden Soekarno.

Setahun setelah proklamasi kemerdekaan atau 17 Agustus 1946, upacara ulang tahun kemerdekaan digelar di halaman Istana Gedung Agung Yogyakarta. Saat itu, Ibu kota Indonesia berada di Yogyakarta.

Kala itu, pria yang tutup usia pada 9 Juni 2014 ini diminta Presiden Sukarno untuk mempersiapkan upacara kenegaraan memperingati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Oleh Habib Muthahar, pengibaran bendera lambang negara dilakukan para pemuda yang mewakili daerah masing-masing di Indonesia. Saat itu menunjuk 5 orang pemuda yang terdiri dari 3 orang putri dan 2 orang putra sebagai perwakilan daerah di Yogyakarta.

Perwakilan pemuda itu untuk mengibarkan Bendera Pusaka yang saat ini disebut sebagai Paskibraka. Pada masa transisi kepemimpinan. Presiden Soekarno lengser lewat peristiwa 1965 disusul dengan kenaikan Jenderal Suharto menjadi pemimpin negara. Pada tahun 1967, Habib Muthahar dipanggil Soeharto untuk penanganan masalah Bendera Pusaka.

Pada tahun itu pria yang meninggal akibat sakit tua ini membentuk formasi pengibaran bendera menjadi 3 kelompok. Yakni, kelompok 17 berfungsi sebagai pengiring atau pemandu, kelompok 8 sebagai pembawa serta inti dan kelompok 45 sebagai pengawal.

Bentuk formasi itu dicoba ketika upacara kemerdekaan Indonesia tahun 1968. Petugas pengerek Bendera Pusaka sepasang pelajar remaja dari setiap provinsi di Indonesia. Namun, lantaran adanya sesuatu hal sehingga untuk melengkapi formasi tersebut Muthahar melibatkan pasukan pengibar bendera pusaka tahun 1967.

Berangkat dari hal tersebut bahwa Paskibraka hanya ada di 3 tingkat. Seperti, tingkat nasional, provinsi serta kabupaten dan kota.

Pria ini yang sempat terlibat dalam ''pertempuran lima hari'' menghembuskan nafas terakhir pada 9 Juni 2014, di kediaman anak angkatnya, Sanyoto, jalan Damai Raya No 20 Cipete Jakarta Selatan. Jenazahnya dimakamkan di taman pemakaman umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement