Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bibit-Bibit yang Mengeksploitasi Isu SARA Harus Dipadamkan

Fahreza Rizky , Jurnalis-Kamis, 22 Agustus 2019 |18:38 WIB
Bibit-Bibit yang Mengeksploitasi Isu SARA Harus Dipadamkan
Ilustrasi (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Ada dua isu bernuasa SARA yang tengah membuat gaduh sesama warga negara. Pertama soal ceramah salib dari Ustadz Abdul Somad yang diviralkan, lalu tentang kericuhan Papua yang bermula penyebutan kalimat yang menyakiti hati.

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPP Partai NasDem Martin Manurung meminta negara hadir melalui pemerintah yang mampu bertindak cepat dan adil agar kasus tersebut tidak bias dan meluas di tengah masyarakat Indonesia yang heterogen.

Ilustrasi

Menurutnya, jika hal ini terus terbiarkan, bangsa Indonesia akan terbagi menjadi kelompok-kelompok yang di mana satu dengan yang lainnya akan beradu kekuatan.

“Saya sangat sepakat dengan para pemuka Agama dan tokoh masyarakat yang menyatakan perdamaian dan saling memaafkan. Namun, negara juga harus hadir untuk menciptakan kenyamanan dan kesetaraan beragama dan berbudaya di antara sesama warga negara,” kata Martin, Kamis (22/8/2019).

Martin ingin agar negara juga melakukan peran preventif agar tidak kekerasan bisa dihindari. “Bibit-bibit yang mengeksploitasi sentimen suku, agama dan ras sejak awal harus dipadamkan. Jangan ada pembiaran sehingga membesar,” ujar Martin.

Baca Juga: Jokowi: Tindak Tegas Pelaku Diskriminasi Ras & Etnis!

Bila terjadi pelanggaran hukum, sambungnya, negara juga harus menciptakan kesetaraan perlakuan kepada siapapun dan dari kelompok manapun.

"Hal ini untuk menghindari kesan bahwa ada perbedaan perlakuan antarkelompok masyarakat,” kata Martin Manurung.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement