nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korut Beri 2 Opsi untuk AS: Dialog atau Perang

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 15:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 23 18 2095726 korut-beri-2-opsi-untuk-as-dialog-atau-tidak-sama-sekali-nufkv805U5.jpg Presiden AS Donald Trump bersama pemimpin Korut Kim Jong-un di zona demiliterisasi. Foto/Reuters

SEOUL – Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong Ho mengatakan negaranya siap berdialog dengan Amerika Serikat untuk membahas denuklirisasi, serta menyebut Menlu AS Mike Pompeo racun.

"Jika AS masih bermimpi mendapatkan segalanya melalui sanksi, kami berikan dua opsi, membiarkan mereka menikmati mimpi itu sampai puas, atau membangunkannya dari mimpi," kata Ri mengutip KCNA kantor berita Korut via Reuters, Jumat (23/8/2019).

"Kami siap untuk dialog perang."

Diplomat top Korea Utara itu juga menyebut Menlu AS Mike Pompeo racun diplomasi karena memakai retorika sanksi.

Baca juga: Korut Nilai Uji Rudal Amerika Serikat Bisa Picu Perang Dingin

Baca juga: Donald Trump: Kim Jong-un Minta Maaf soal Uji Peluncuran Rudal

Foto/Reuters

Ri merujuk pada pernyataan Pompeo dalam wawancara pers baru-baru ini di mana dia mengatakan AS akan terus melakukan sanski sampai Korea Utara mengambil tindakan konkret terhadap denuklirisasi.

"Dia benar-benar kurang ajar telah mengucapkan kata-kata itu tanpa berpikir, yang hanya membuat kami kecewa dan skeptis, apakah kita dapat menyelesaikan masalah dengan pria seperti itu," kata Ri.

Pembicaraan yang bertujuan membongkar program-program nuklir dan rudal Korut macet sejak pertemuan puncak kedua yang gagal antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di ibukota Vietnam, Hanoi pada Februari.

Trump dan Kim bertemu lagi pada bulan Juni di perbatasan antar-Korea dan sepakat untuk membuka kembali negosiasi tingkat kerja, tetapi itu belum terjadi.

Korea Utara telah menembakkan serangkaian rudal jarak pendek dalam beberapa pekan terakhir sebagai protes terhadap latihan militer gabungan AS-Korea Selatan dan adopsi senjata baru, yang mempersulit pembukaan kembali perundingan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini