nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ancam Pakai Cutter, Pria Ini Nekat Perkosa Anak Tirinya yang Masih SD

Sigit Dzakwan, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 02:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 23 340 2095510 ancam-pakai-cutter-pria-ini-nekat-perkosa-anak-tirinya-yang-masih-sd-CS0mg0J1lQ.jpg ilustrasi (Shutterstock)

KOTAWARAINGIN BARAT – Aksi pria berinsial JO (38) tak pantas ditiru. Warga Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah itu diduga tega memperkosa anak tirinya yang masih berusia 12 tahun dan masih murid sekolah dasar (SD).

“Kasusnya sudah ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” kata Kasat Reskrim Polres Kobar, AKP Tri Wibowo, Kamis (22/8/2019).

Pemerkosaan itu diduga terjadi pada Selasa 20 Agustus 2019 malam di rumah tersangka. Tersangka mengancam akan membunuh korban dengan pisau cutter jika tak mau melayani nafsunya.

Keesokannya, ibu korban berinisial Nor (45) yang juga istri siri pelaku melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kumai dan diteruskan ke Unit PPA Polres Kobar.

Tri Wibowo mengatakan, berdasarkan keterangan korban, pemerkosaan dilakukan tersangka saat korban sedang tertidur. Saat itu korban terbangun karena merasa ada yang mencubit kakinya.

 Ilustrasi

“Jadi setelah korban bangun, melihat tersangka JO langsung mengancam dengan sebilah pisau cutter. Dengan ancaman jika korban tidak mau menuruti permintaan tersangka untuk melakukan hubungan layaknya suami isteri, akan dibunuh. Karena ketakutan, korban akhirnya menuruti permintaan tersangka,” ujar Tri.

Ia menjelaskan, saat kejadian itu sang ibu tidak ada di rumah lantaran ada urusan di rumah keluarganya. “Rabu pagi korban baru bercerita kepada sang ibu, Rabu siang tersangka kita tangkap tak jauh dari rumah saat sedang berkumpul dengan tetangga.”

Tri mengatakan tersangka bersama barang bukti berupa satu pisau cutter dan pakaian yang pakai korban maupun tersangka saat kejadian sudah disita penyidik Polres Kobar.

Tersangka JO sudah ditahan di Rumah Tahanan Polres Kobar.

JO dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya lumayan berat, yakni 15 tahun penjara,” ujar Tri.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini