nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar: Wisatawan Mancanegara ke Papua Normal, Tak Terpengaruh Demo

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 23 Agustus 2019 13:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 23 510 2095669 menpar-wisatawan-mancanegara-ke-papua-normal-tak-terpengaruh-demo-CLrvJ60Ga8.jpg Menpar di Yogyakarta (Foto: Kuntadi)

KULONPROGO - Menteri Pariwisata, Arif Yahya memastikan kondisi pariwisata di Indonesia tetap tetap tumbuh. Aksi demo Papua dan kericuhan di bebrapa daerah tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisata. Bahkan kunjungan wisatawan ke Raja Ampat yang merupakan destinasi andalan tetap tinggi.

"Tidak ada masalah, semuanya aman," jelasnya saat melakukan kunjungan ke Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kabupaten Kulonprogo DIY, Jumat (23/8/2019).

Kedatangan Menpar ini, dalam rangkaian kunjungan kerja untuk optimalisaai kunjungan wisata di DIY dan Jawa tengah. Salah satunya dalam pengembangan Candi Borobudur sebagai salah prioritas pengembangan wisata di Indonesia.

Menurut Menpar, selama ini wisata di Papua Barat kebanyakan datang untuk melihat keindahan alam di Raja Ampat. Saat ini kondisi disana cukup aman dan terkendali. Bahkan destinasi andalan di Papua ini sama sekali tidak terpengaruh aksi demo dan kericuhan. Susana masih cukup kondusif.

"Sampai siang ini belum ada travel agen yang cancel. Jadi di sana cukup aman," terang Menteri Pariwiaata.

Papua

Dari evaluasi kunjungan wisata di 2018, target devisa dari sektor wisata sudah tercapai. Dari target 17 miliar dolar mampu terealisasi hingga sekitar 19,3 miliar dolar. Sedangan tahun ini targetnya akan dinaikkan menjadi 20 miliar dolar dengan kunjungan wisata mencapai 18 juta orang.

"Kami yakin target akan tercapai karena realisasi di 2018 sudah sekitar 90 persen," jelasnya.

Sementara itu Direktur PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan selama ini wisatawan yang masuk di DIY terkendala kapasitas bandara di Adisutjipto yang terbatas. Namun dengan adanya bandara YIA, dipastikan kapasitasnya akan lebih banyak. Tidak hanya itu pesawat berbadan besar dan terberat pun bisa mendarat.

Baca Juga: Polda Jabar Periksa Oknum Polisi Diduga Berikan Miras ke Mahasiswa Papua

“Beberapa maskapai sudah tertarik, termasuk beberapa carter flight,” jelas Faik.

Beberapa negara yang tertarik untuk dibidik adalah Australia, Malaysia dan Cina. Dengan kondisi bandara yang semakin reresentatif, diharapkan mampu untuk mewujudkan target 20 juta penumpang. Apalagi dengan banyak kegiatan promosi di luar negeri.

“Penerbangan langsung bisa membawa 400 penumpang langsung. Kita juga berikan free parking fee untuk 6 bulan pertama dan diskon 50 persen setelahnya,” jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini