Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kementan Giat Monitoring Kualitas Hasil Pertanian Organik

Kementan Giat Monitoring Kualitas Hasil Pertanian Organik
Foto: dok.Humas Kementan
A
A
A

SRAGEN - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Pengujian Mutu Produk Tanaman (BPMPT) giat melakukan uji kimia air, tanah, dan produk hasil pertanian dalam rangka monitoring kualitas pertanian organik sehingga hasilnya berkualitas ekspor. Sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, ekspor pangan khususnyaa beras khusus harus semakin besar. Oleh karena itu, Tim BPMPT menugaskan tim turun ke lahan pertanian organik guna mengambil contoh uji.

Petugas pengambil contoh dari BPMPT, Endang Listyawati menjelaskan parameter uji ditekankan pada mutu kualitas secara kimia, antara lain uji kadar residu pestisida dan uji kadar cemaran logam berat seperti unsur Pb dan Cd. Lokasi pertanian organik tersebut telah mendapat sertifikasi pertanian organik.

"Untuk produksi Beras Putih dengan hasil 2.531 ton per tahun, Beras Merah 359,07 ton per tahun dan Beras Hitam 30 ton per tahun," demikian jelas Endang saat mendatangi lokasi pertanian organik Asosiasi Petani Organik Unit 1 di Kabupaten Sragen yang berada di Desa Sukorejo Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen.

Menurutnya, meskipun petani menggunakan sepenuhnya input produksi dan juga pengendalian hamanya dari bahan alami, namun perlu dipastikan juga lingkungan organiknya terisolir dari lahan sekitar yang non organik. Untuk itu Tim BPMT mengambil contoh uji air sebanyak 500 ml masing-masing dari sumber air atau inlet, tengah sawah dan outlet.

"Contoh uji tanah diambil sebanyak 1 kilogram pada beberapa titik sawah. Contoh produk padi, beras putih, beras merah dan beras hitam organik diambil masing-saing 1 kilogram," terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement