nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Sebut Penjualan Jet Tempur AS ke Taiwan Sangat Berbahaya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Sabtu 24 Agustus 2019 15:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 24 18 2096145 china-sebut-penjualan-jet-tempur-as-ke-taiwan-sangat-berbahaya-m6nkwg5scR.jpg Jet F-16 milik Amerika Serikat. Foto/Reuters

BEIJING - Militer China menyebut langkah Amerika Serikat (AS) yang menjual pesawat tempur F-16 ke Taiwan adalah kesalahan total dan sangat berbahaya.

Departemen Luar Negeri AS menyetujui paket senjata potensial senilai USD8 miliar (Rp114 triliun, terdiri dari 66 jet tempur Lockheed Martin F-16, 75 mesin General Electric dan sistem pendukung lainnya ke Taiwan.

Jika disetujui oleh Kongres AS, kesepakatan itu akan menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa dekade terakhir dan pertama kali sejak 1992 bahwa AS telah menjual F-16 ke Taiwan.

Kesepakatan itu mendapat kecaman keras dari Kementerian Luar Negeri dan Kantor Urusan Dewan Negara Taiwan.

Baca juga: China Siap Perang jika Taiwan Ingin Merdeka

Baca juga: China Siap Perang Terkait Taiwan, Militer AS Kirim Kapal

Foto/Reuters

Kolonel Senior Wu Qian, juru bicara Kementerian Pertahanan, mengutip China Daily, Sabtu (24/8/2019) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perjanjian senjata itu secara melanggar prinsip satu-China dan tiga komunike bersama antara China dan Amerika Serikat, secara serius mencampuri urusan dalam negeri Cina dan kerusakan.

China menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya, tetapi negara pulau itu memiliki pemerintahan sendiri dan merupakan sekutu dekat Amerika Serikat.

Wu mengatakan penjualan tersebut merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan China.

"China mendesak pihak AS untuk sepenuhnya memahami beratnya penjualan senjata ke Taiwan, dan secara jelas mengevaluasi situasi," kata Wu

Ia menambahkan bahwa China meminta AS untuk segera menghentikan perjanjian senjata dan hubungan militer dengan Taiwan, untuk menghindari rusaknya hubungan militer dan bilateral China-AS dan hubungan bilateral.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan penjualan itu akan membantu negaranya membangun angkatan udara baru dan meningkatkan kapasitas pertahanan udaranya. Dalam sebuah posting di Facebook, Tsai mengatakan dia berterima kasih atas dukungan Washington untuk pertahanan nasional Taiwan.

Taiwan sudah memiliki armada F-16 model lama yang dibeli pada tahun 1992, yang telah mengalami beberapa peningkatan.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini