nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

China Siap Perang jika Taiwan Ingin Merdeka

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 24 18 2083165 china-siap-perang-jika-taiwan-ingin-merdeka-sEaSQOnzZt.jpg Seorang warga memegang bendera China dengan latar depan bendera Taiwan. Foto/Reuters

BEIJING - Kementerian pertahanan China memperingatkan bahwa pihaknya siap berperang jika Taiwan ingin merdeka. China juga menuduh Amerika Serikat telah merusak stabilitas global dan mengecam penjualan senjata ke Taiwan.

Sebelumnya, AS menyetujui menjual senjata ke Taiwan, termasuk tank dan rudal Stinger yang diperkirakan bernilai USD 2,2 miliar (Rp31 triliun).

China merespons langkah tersebut dengan mengatakan akan memberlakukan sanksi pada perusahaan AS yang terlibat dalam kesepakatan apa pun dengan Taiwan.

Foto/Reuters

Taiwan memisahkan diri dari China pada 1949 setelah berlangsungnya perang saudara. China menawarkan Taiwan untuk kembali ke China dengan imbalan satu negara dua sistem tapi usulan itu ditolak oleh Taiwan.

Baca juga: Diminta Dewi Laut, Pria Terkaya Taiwan Maju Jadi Calon Presiden

Baca juga: China Kecewa Amerika Serikat Jual Senjata Rp31 Triliun ke Taiwan

Juru bicara kementerian pertahanan Wu Qian mengatakan dalam beberapa tahun ada kekhawatiran strategis militer, bahwa China akan melakukan upaya terbesarnya demi kembali bersatu dengan Taiwan.

"Namun, kita harus dengan tegas menunjukkan bahwa mencari kemerdekaan Taiwan adalah jalan buntu," kata Wu mengutip Reuters, Kamis (24/7/2019).

"Jika ada orang yang berani mencoba memisahkan Taiwan, militer China akan siap berperang untuk menjaga kedaulatan nasional, persatuan, dan integritas teritorial," katanya.

Amerika Serikat adalah pemasok senjata utama ke Taiwan. Amerika Serikat tidak memiliki hubungan formal dengan Taiwan yang demokratis, tetapi terikat oleh hukum untuk membantu menyediakan sarana untuk mempertahankan diri.

Kementerian China mengatakan Amerika Serikat telah "memicu persaingan intensif di antara negara-negara utama, secara signifikan merusak stabilitas strategis global."

Wu mengatakan China akan mempertahankan pertumbuhan yang moderat dan stabil, dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini