JAKARTA - Kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat. Hal itu berdasarkan pengamatan AirVisual, sebuah aplikasi pemantau polusi udara. Ya, DKI Jakarta berdasarkan pantauan AirVisual kerap jadi kota paling berpolusi di dunia.
Berdasarkan data AirVisual, Air Quality Index (AQI) DKI Jakarta rata-rata berada pada angka 156 atau masuk kategori tidak sehat (unhealthy). Pemprov DKI Jakarta hingga kini terus berupaya menekan angka polusi Ibu Kota yang tentunya bisa berbahaya bagi kesehatan.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Ronny Talapessy menyebut, kualitas udara harus jadi perhatian bersama. Terlebih, buruknya kualitas udara ini mulai menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
"Kualitas udara yang buruk bisa menyebabkan gangguan mental dan saluran pernapasan," kata Ronny di Jakarta, Minggu (25/8/2019).
Baca juga: Polusi Udara Jakarta, DPRD DKI Minta Anies Segera Lakukan Hujan Buatan

Baca juga: Puluhan Cerobong Asap Pabrik Cemari Udara Jakarta, DPRD DKI: Pengawasan Dinas LH Lemah
Meski belum ada studi resmi soal penyebab buruknya kualitas udara di Jakarta, Ronny menyarankan pemerintah mempercepat penggunaan energi yang ramah lingkungan untuk mengurangi kualitas udara yang buruk. Dia mencatat, Jakarta setidaknya dikelilingi oleh 10 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
PLTU lanjut Ronny, lazimnya menggunakan batu bara sebagai bahan bakar. Seperti diketahui bahwa batu bara ialah sumber energi yang tidak ramah lingkungan.