Seharusnya, lanjut Fadli, melalui KTP elektronik semua dapat terintegrasi dengan baik. Sehingga tak butuh lagi kartu-kartu elektronik seperti Smart SIM ini.
"Seharusnya pemerintah harus konsen ke single identity card, e-KTP menjadi sumber di negara lain juga begitu. Itu nanti akan disambungkan dengan tagihan dia dan akan mempengaruhi yang lain. Jadi harusnya enggak perlu pake kartu-kartu lagi. Kartunya satu aja," tegasnya.
Karenanya Politikus Gerindra ini menilai Smart SIM belum tentu akan terjangkau ke seluruh bagian masyarakat. Sehingga dia kembali menegaskan Smart SIM dianggap malah menyusahkan masyarakat.
"Kalau menurut saya akan menambah beban ya. Di era digital orang seharusnya semakin mudah bukan semakin susah," tandas Fadli. (edi)
(Amril Amarullah (Okezone))