Kriminolog Imbau Polisi Lebih Usut Pembunuh Bayaran Terkait Kasus di Sukabumi

Sarah Hutagaol, Okezone · Kamis 29 Agustus 2019 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 29 525 2098129 kriminolog-imbau-polisi-lebih-usut-pembunuh-bayaran-terkait-kasus-di-sukabumi-TQFuNHkN06.jpeg Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Dr Arthur Josias Simon Runturambi, mengimbau pihak kepolisian segera menangkap para pembunuh bayaran yang menghabisi Edi Chandra Purnama dan anaknya Adi Pradana di Sukabumi, Jawa Barat.

Selain itu, Josias juga menyarankan polisi kembali mengangkat persoalan pembunuhan bayaran yang kerap digunakan pelaku untuk menyelesaikan masalahnya.

"Kemudian mulai mengangkat persoalan pembunuh bayaran, meskipun pembunuh bayaran ini kan mereka suruhan ya," ujar Josias ketika berbincang dengan Okezone, Kamis (29/8/2019).

Baca juga: Kriminolog Nilai Istri Bunuh Suami dan Anak di Sukabumi Alami Titik Jenuh 

"Tapi kan modusnya itu yang cukup menarik diangkat. Modus-modus yang butuh istilahnya butuh ilmu forensik untuk mengangkat," lanjutnya.

Pembunuhan ayah dan anak tiri di Sukabumi dengan cara mobilnya dibakar. (Foto: Okezone)

Diketahui, pembunuhan ini didalangi seorang perempuan berinisial AK. Ia tega membunuh suaminya bernama Edi Chandra Purnama dan anak tirinya Adi Pradana di Sukabumi.

Kasus tersebut diduga akibat mereka terlilit utang sebesar Rp10 miliar. Untuk membayarnya, AK meminta sang suami menjual rumah, namun tidak diizinkan.

Baca juga: Percakapan Terakhir Dana dengan Kekasihnya Sebelum Dibunuh dan Dibakar Ibu Tiri 

Akhirnya AK menyewa empat pembunuh bayaran yang berasal dari Lampung. Ia berjanji membayar upah sebesar Rp500 juta.

Hingga kini polisi baru mengamankan dua pembunuh bayaran, dan masih memburu dua orang lainnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini