nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prada Deri Keberatan Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Melly Puspita, Jurnalis · Kamis 29 Agustus 2019 20:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 29 610 2098326 prada-deri-keberatan-dijerat-pasal-pembunuhan-berencana-ENUB5NBrtg.jpg Prada Deri Pramana (Foto: Melly Puspita)

PALEMBANG - Prada Deri Pramana, di depan majelis hakim di Pengadilan Militer (PM) I -04 Palembang, mengaku khilaf melakukan pembunuhan terhadap Vera Oktaria. Deri mengaku kesal lantaran Vera mengaku sudah hamil 2 bulan.

Dikatakan Prada Deri, awal mula dirinya kabur dari pendidikan di Baturaja, Sumatera Selatan (Sumsel) hingga terjadinya pembunuhan terhadap Vera lantaran Deri tidak mau mengikuti seleksi komando yang diadakan jajaran Kodam II/Sriwijaya.

"Saya tidak mau melanjutkan seleksi komando tetapi nama saya masih tercantum dan dipanggil oleh tim seleksi komando," ucap Prada Deri, Kamis (29/08/2019).

Baca Juga: Dituntut Penjara Seumur Hidup karena Mutilasi Pacar, Prada Deri Minta Dihukum Ringan 

Selain itu, untuk menyangkal Pasal 340 KUHP mengenai pembunuhan berencana yang dituntut oleh Oditur Mayor Chk D Butar Butar Kamis, 22 Agustus 2019 lalu Prada Deri mengatakan tidak pernah sekali pun ada niat untuk mencelakai Vera.

"Saya tidak pernah mau ingin mencelakai Vera, saya mengaku khilaf yang mulia," ujar Prada Deri.

Prada Deri

Sambil berurai airmata Prada Deri mengaku ke ketua Majelis Hakim Mayor Chk Khazim tidak bisa mengontrol emosi dan melakukan pembunuhan terhadap kekasihnya sendiri yakni Vera Oktaria. "Saya tidak bisa mengontrol emosi saya, saya melakukan pembunuhan karena khilaf. Pas saat Vera bilang dia hamil di situ saya emosi yang mulia. Saya memohon maaf kepada Ibu dan Keluarga Vera yang mulia," kata Prada Deri sambil menangis.

Baca Juga: Keluarga Prada Deri Bakal Dituntut karena Diduga Terlibat Persekongkolan 

Sedangkan, dalam pleidoi atau pembelaan Prada Deri, kuasa hukumnya Reza Fahlevi mengajukan supaya unsur-unsur tuntutan Pasal 340 KUHP dibuktikan terlebih dahulu.

"Terdakwa temperamental. Masalah harus dibuktikan terlebih dahulu unsur-unsur yang lain, dilakukan dengan sengaja atau diniatkan terlebih dahulu. Baik dari keterangan pada saksi. Karena terdakwa dan korban secara sadar menginap tanpa ada paksaan. Terdakwa tidak menyiapkan pembunuhan terhadap korban," ucap Reza Fahlevi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini