Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pindah Ibu Kota, Mampukah Jokowi Tepati Janji Kurangi Pencemaran Lingkungan?

Sarah Hutagaol , Jurnalis-Sabtu, 31 Agustus 2019 |13:29 WIB
 Pindah Ibu Kota, Mampukah Jokowi Tepati Janji Kurangi Pencemaran Lingkungan?
Peta Kutai Kertanegara (foto: Kementerian PUPR)
A
A
A

JAKARTA - Pengamat lingkungan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Greenpeace Indonesia berharap pemerintah dapat berkomitmen untuk menjaga dan melindungi lingkungan di ibu kota baru Indonesia.

Menurut Ketua Greenpeace Indonesia Leonard, jika tidak terdapat konversi lahan, penebangan hutan, dan mampu menerapkan konsep kota yang bertumpu pada transportasi publik yang berbasis listrik, maka tidak akan memperburuk lingkungan di wilayah ibu kota baru.

"Hanya dengan hal-hal tersebut ibu kota baru ini tidak memperburuk krisis lingkungan dan krisis iklim yang sudah terjadi sekarang,” ungkap Leonard.

Melalui beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap aspek lingkungan, Leonard pun akhirnya menyayangkan kalau pihak pemerintah yang dinilainya terlalu tergesa-gesa dalam memutuskan pemindahan ibu kota itu, dan tidak memberikan ruang untuk publik memberikan masukan.

 Ibu kota baru

"Dalam negara demokrasi, diskusi terbuka untuk mendengarkan aspirasi publik, termasuk dengan masyarakat adat setempat, harus menjadi bagian integral dalam pengambilan keputusan publik sepenting ini. Ini harus menjadi catatan penting bagi Presiden Jokowi,” terangnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement