Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Upaya Pemerintah Berantas Korupsi Dinilai Masih Stagnan

Arie Dwi Satrio , Jurnalis-Minggu, 01 September 2019 |15:12 WIB
Upaya Pemerintah Berantas Korupsi Dinilai Masih Stagnan
Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto (kiri), saat dalam Forum Diskusi Formappi di Kantor Formappi, Jakarta, Minggu (1/9/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)
A
A
A

JAKARTA – Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto, menilai pemberantasan korupsi masih stagnan pada masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi). Arif menyebut pemerintah belum berkomitmen untuk memberantas korupsi.

"Kita bisa melihat bahwa stagnansi itu terdampak oleh lemahnya pemerintah terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Itu dua agenda yang bukan hanya buruk pada masa Jokowi, tapi juga buruk pada masa SBY," kata Arif saat menghadiri diskusi di kantor Formappi, di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, Minggu (1/9/2019).

Arif menyinggung soal menurunnya indeks demokrasi pada 2012. Di samping itu, kata Arif, indeks persepsi korupsi juga menurun pada 7 tahun kemarin. Hal itu, tekannya, disebabkan adanya intervensi yang luar biasa terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Analis Politik Exposit Strategic, Arif Susanto (kiri) Forum Diskusi Formappi, di Kantor Formappi, Jakarta , Minggu (1/9/2019). (Foto : Okezone.com/Arie Dwi Satrio)

"Kalau kita ingat lagi pada masa itulah tekanan yang luar biasa keras terhadap eksistensi KPK sebagai sebuah lembaga boleh dibilang extra ordinary, luar biasa untuk melakukan pemberantasan korupsi karena korupsi juga merupakan sebuah penyakit yang luar biasa yang kita dapat di era Orde Baru, pasca-Orde Baru," ucapnya.

Menurut Arif, komitmen SBY maupun Jokowi masih belum maksimal terhadap pemberantasan korupsi pasca-Reformasi. Secara spesifik, Arif memberi nilai lima untuk komitmen Jokowi memberantas korupsi.


Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement