nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

200 Personel Brimob Polda Sulsel Bantu Pengamanan di Papua

Herman Amiruddin, Jurnalis · Minggu 01 September 2019 04:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 01 609 2099134 200-personel-brimob-polda-sulsel-bantu-pengamanan-di-papua-okczhuWqhZ.jpg Foto: Ist

MAKASSAR - Sebanyak 200 personel pasukan pengamanan dari Brimob Polda Sulsel dikirim untuk mengamankan aksi demontrasi yang berujung perusakan dan pembakaran sejumlah kantor instansi dan fasilitas umum di Provinsi Papua.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Adeni Muhan Dg Pabali mengatakan kini menjadi perhatian khusus dari pihak Polda Sulsel untuk kembali mengirim pasukan tambahan sebanyak 200 personel Brimob untuk BKO (Bawah Kendali Operasi) di Polda Papua.

"Situasi dan kondisi terakhir di Papua masih memprihatinkan. Dimana ada sejumlah tempat telah dibakar oleh massa," kata Adeni saat memberikan arahan dalam gelar Apel pemberangkatan.

Ia menyebutkan, personel akan disiagakan untuk mengamankan agar tidak terulang lagi perusakan fasilitas umum seperti gedung Majelis Rakyat Papua, Kantor DPRD Papua, Pelabuhan Kontainer, Kantor Bea Cukai, Lapas Abepura dan Telkomsel.

Polda Sulsel

"Kondisi ini memerlukan perhatian dan kehadiran dari Brimob guna mencegah pihak-pihak tertentu yang mempengaruhi dan memprovokasi masyarakat. Kehadiran Brimob Polda Sulsel kita buktikan bahwa mampu menjadi pelayan, pelindung, dan pengayom serta bisa mewujudkan ketentraman masyarakat," ujar Adeni.

Adeni Muhan menerangkan bahwa selama ini Brimob Polda Sulsel telah memberangkatkan 200 pasukan atau 2 SSK ke Puncak Jaya Papua pada Juni 2019 lalu.

Kemudian, baru-baru ini juga memberangkatkan 200 personel ke Papua Barat dan malam ini lagi, kita kirim pasukan tambahan 200 personel ke wilayah hukum Polda Papua.

"Jadi sampai saat ini, Brimob Polda Sulsel telah memberangkat 600 pasukan atau 6 SSK untuk BKO di wilkum Papua dan Papua Barat," katanya.

Perwira polisi tiga bunga inipun berpesan kepada seluruh personel yang melakukan BKO ke Papua agar selalu waspada dan mawas diri serta dalam melaksanakan tugas upayakan upaya persuasif dan edukatif dalam penyelesaian masalah. Dan jaga sikap dan ucapan jangan sampai masyarkat terprovokasi.

"Laksankan upaya preemtif kepada masyarakat dengan banyak berdialog kamtibmas serta sosialisasi kepada masyarakat. Kemudian, upaya preventip dengan memperbanyak patroli jalan kaki disekitar wilayah tugas saudara," ungkapnya.

(kha)

Berita Terkait

papua

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini