nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Koalisi Saudi Serang Penjara Yaman, Tewaskan Lebih dari 100 Orang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 02 September 2019 11:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 02 18 2099519 koalisi-saudi-serang-penjara-yaman-tewaskan-lebih-dari-100-orang-sEUpSTK4SH.jpg Foto: Reuters.

SANAA – Serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi di barat daya Yaman menghantam sebuah kompleks penjara, menewaskan ratusan orang. Demikian disampaikan pejabat Palang Merah dan kelompok Houthi pada Minggu.

Koalisi pimpinan Arab Saudi yang telah bertempur menghadapi kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman sejak 2015 mengatakan bahwa serangan udara mereka telah menghancurkan lokasi penyimpanan pesawat nirawak (drone) dan rudal di Dhamar.

Namun, kelompok Houthi mengatakan bahwa lokasi yang diserang adalah sebuah fasilitas yang digunakan sebagai penjara. Keterangan itu dikonfirmasi oleh Palang Merah Internasional yang mengatakan telah mengunjungi fasilitas itu sebelumnya.

Kepala Delegasi Komite Palang Merah Internasional di Yaman, Franz Rauchenstein, mengatakan bahwa perkiraan saat ini adalah bahwa lebih dari 100 telah terbunuh dalam serangan tersebut.

"Ada tiga bangunan yang dihantam dan gedung tempat para tahanan itu berada, sebagian besar dari mereka telah terbunuh," kata Rauchenstein sebagaimana dilansir Reuters, Senin (2/9/2019).

"Tahanan di fasilitas itu adalah tahanan yang kami kunjungi sehubungan dengan konflik."

Dia mengatakan bahwa Bulan Sabit Merah Yaman masih berusaha mengevakuasi mayat dan sekira 50 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit.

Kementerian kesehatan Houthi sebelumnya mengatakan sedikitnya 60 mayat telah ditarik dari puing-puing di pusat penahanan, yang menurut para pejabat menampung 170 tahanan.

"Kejahatan para penyerang terhadap tahanan adalah bukti tambahan bahwa mereka siap untuk melanggar semua warga Yaman, bahkan mereka yang setia kepada mereka," kata Pimpinan Kelompok Houthi, Abdul Malik al-Houthi dikutip stasiun televisi Al Mashirah.

Ketua komite nasional Houthi untuk urusan tahanan, Abdul Qader al-Mortada, mengatakan bahwa banyak dari mereka yang ditahan akan dibebaskan dalam kesepakatan lokal untuk pertukaran tahanan perang.

Kantor Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia PBB di Yaman mengatakan, 52 tahanan termasuk di antara mereka yang tewas. Sedikitnya 68 tahanan masih hilang.

“Saya berharap koalisi akan meluncurkan penyelidikan atas insiden ini. Akuntabilitas perlu diberlakukan,” kata Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Yaman, Martin Griffiths dalam sebuah pernyataan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini