Peringati 1 Muharram, Masyarakat Perbatasan Kirim Pesan Cinta untuk Papua

Ade Putra, Okezone · Senin 02 September 2019 20:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 340 2099690 peringati-1-muharram-masyarakat-perbatasan-kirim-pesan-cinta-untuk-papua-MxJ9JSsuHl.jpg Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia Kirim Pesan Cinta untuk Papua (foto: Okezone/Ade Putra)

ENTIKONG - Masyarakat di perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat dihebohkan dengan adanya massa berpakaian adat Papua.

Pada pukul 14.30 WIB, Minggu 1 September 2019, tepat 1 Muharram 1441 Hijriah kemarin, mereka mulai beriringan dari depan Pos Gabma Entikong menuju Entikong Dalam.

Baca Juga: Soal Papua, Haedar Nashir : Semangat Muhammadiyah Integrasi Nasional & Pluralitas 

Mereka ini adalah peserta karnaval dalam memeriahkan HUT ke-74 Indonesia sekaligus menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah yang digelar Satgas Pamtas Yonif Mekanis (Yonmek) 643/Wns, pada Minggu (1/9/2019).

Masyarakat Minta Kemenkominfo Buka Akses Internet di Papua  

Warga rela berdesak-desakan untuk dapat menyaksikan iringan peserta berkostum adat Papua yang dikenakan peserta karnaval dari Duta Sport Wanara.

"Di Indonesia ada Papua dan Papua pasti Indonesia. Maka dari itu kami pakai kostum Papua," ujar Nur, Koordinator Duta Sport Wanara.

Melalui kostum yang dipakai ini, Nur menyampaikan pesan untuk semua rakyat Indonesia. "Kami mau bilang ke semua, Papua adalah saudara kami," tegasnya.

Ratusan masyarakat dan pelajar dari berbagai wilayah perbatasan terlibat dalam kegiatan ini. Selain berkostum Papua, peserta karnaval bertema Bhineka Tunggal Ika ini juga ada mengenakan aneka kostum dan dekorasi unik penuh warna-warni. Pesertanya dari Kecamatan Entikong, Sekayam dan sekitar perbatasan.

"Lewat karnaval ini kami harap seluruh masyarakat bersatu, menguatkan rasa cinta tanah air dan menyatukan rasa sebagai warga Indonesia," ucap Koordinator Penyelenggara Karnaval, Letda CKM. Teguh Dwi.

Sementara itu, Komandan Satgas Pamtas Yonmek 643/Wns, Mayor Inf. Dwi Agung Prihanto menyebutkan, ragam kreativitas masyarakat perbatasan tersalurkan dalam karnaval ini.

Berbagai atribut etnik yang menunjukkan keberagaman Indonesia digunakan peserta untuk menarik perhatian juri, diantaranya pakaian adat dari 34 provinsi di tanah air.

"Karnaval ini merupakan wadah untuk menyalurkan ide dan kreatifitas masyarakat perbatasan sebagai wujud semangat juang serta cinta terhadap tanah air," terangnya.

Baca Juga: Moeldoko Serahkan Informasi Terkait Papua ke Wiranto 

Melalui karnaval ini, kata Dwi Agung, pihaknya bermaksud menggugah kecintaan masyarakat akan persatuan dan kesatuan.

"Apalagi kita Indonesia adalah bangsa yang besar karena perbedaan. Perbedaan tidak memecah belah persatuan tetapi perbedaanlah yang mengeratkan kita semua," kata Dwi Agung.

(fid)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini