Gelar Aksi Damai untuk Papua, Melanesia: Stop Provokasi dan Berita Hoaks!

Syaiful Islam, Okezone · Senin 02 September 2019 19:06 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 02 519 2099776 gelar-aksi-damai-untuk-papua-melanesia-stop-provokasi-dan-berita-hoaks-9gMV7Oqg9w.jpg Aksi Damai untuk Papua di Surabaya, Jawa Timur (foto: Okezone/Syaiful Islam)

SURABAYA - Massa yang tergabung dalam masyarakat Melanesia (Papua, Maluku dan NTT) menggelar aksi damai di depan gedung negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Senin (2/9/2019). Meraka membawa sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan dukungan terhadap Papua tetap sebagai NKRI.

Di antaranya bertuliskan Jatim Love Papua, Stop Politisasi Papua, Mama Khofifah Perhatikan Kami, Indonesia Aceh sampai Papua, dan Kita Bersaudara. Mereka menyampaikan aspirasi menggunakan pengeras suara di tengah jalan.

Baca Juga: Wiranto Sebut Penebalan Pasukan TNI-Polri di Papua untuk Lindungi Masyarakat 

Akibat adanya aksi damai ini, separuh jalan Gubernur Suryo ditutup. Selain berorasi dan membawa spanduk serta poster, massa juga membagikan selebaran terhadap pengendara motor dan pengemudi mobil yang melintas di lokasi.

Korlap aski, Irwan Marasabessy, dalam orasinya menyatakan permasalahan mahasiswa Papua di Jawa Timur khususnya Surabaya dan Malang, menyebabkan eskalasi konflik yang semakin tinggi di berbagai daerah khususnya di Tanah Papua.

Gelar Aksi Damai untuk Papua di Surabaya (foto: Okezone.com/Syaiful Islam) 

Permasalahan tersebut berawal dari kasus dugaan pelecehan bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa Papua Jl. Kalasan, Surabaya. Ada oknum yang diduga penghuni asrama membuang bendera ke dalam selokan, sehingga memicu kemarahan masyarakat.

"Di tengah-tengah kemarahan warga tersebut ada oknum yang secara spontan mengeluarkan umpatan rasisme yang tentu tidak dapat dibenarkan dan harus kita kutuk bersama," terang Irwan.

Saat ini para pelaku yang diduga terlibat dalam kasus rasis tersebut sudah diperiksa aparat kepolisian. Bahkan Korlapnya ditetapkan sebagai tersangka, sementara pelaku pelecehan simbol negara hingga kini belum ada kabar pemeriksaan siapa-siapa pelakunya.

Kejadian ini dengan cepat diviralkan dan dipropagandakan oleh pihak-pihak berkepentingan yang menginginkan Indonesia terbelah, sehingga dengan cepat menyebar dan memicu kerusuhan di berbagai daerah khususnya di Papua dan Papua Barat.

Kondisi ini diperparah dengan banyaknya berita hoaks terkait kasus di Surabaya yang semakin memperkeruh suasana. Bahkan, ada pihak-pihak tertentu dari LSM yang diduga melakukan provokasi, baik melalui statement di media maupun menemui langsung mahasiswa Papua, seakan-akan ada intimidasi dan pengusiran terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur.

"Waspada pemecah belah bangsa manfaatkan isu papua. Permasalahan Papua jangan ditunggangi dengan kepentingan politik. Orang Jawa Timur tidak rasis, wong Suroboyo ora Rasis. Stop provokasi dan berita hoaks, karena hanya akan memperkeruh suasana," paparnya.

Baca Juga: Wiranto Sebut Benny Wenda Bagian Konspirasi Masalah di Papua 

Dia menambahkan, pihaknya bangga dan cinta dengan Papua. Papua surga kecil turun ke bumi, Papua bagian dari NKRI dari dulu dan selamanya. Pihaknya juga mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Timur dalam penanganan secara cepat kasus mahasiswa Papua di Surabaya.

"Kami mendukung Pemprov Jawa Timur untuk melanjutkan langkah-langkah strategis penanganan masalah ini untuk menjamin keamanan dan kenyamanan mahasiswa Papua dalam menempuh pendidikan di Jawa Timur," tandasnya.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa membubarkan diri dengan tertib. Aksi ini mendapat pengawalan dari anggota Polrestabes Surabaya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini