Dedi menambahkan, Benny dan pihak asing juga saat ini diketahui ikut melakukan provokasi melalui gerakan-gerakannya di media sosial (medsos) dengan mengupload beberapa konten bernada provokasi.
"Memposting konten-konten provokatif baik berupa foto, video dan narasi yang tidak benar," ujar Dedi.
Selain itu, diketahui pihak asing tersebut juga melakukan penggalangan simpati melalui konten provokatif ke beberapa WhatsApp Grup.
"Saat ini yang menyebarkan di medsos dan grup mereka khususnya di wilayah negara di pasifik," ucap Dedi.
Menurut Dedi, pihaknya melakukan kerjasama dengan lembaga lainnya seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), BSSN, BIN untuk terus memantau pergerakan dari Benny Wenda dan pihak asing lainnya.
"Polri tidak bekerja sendiri bekerja sama dengan Kemenlu, BSSN, BIN memapping dari hasil pembicaraan khususnya yang dilakukan oleh BW (Benny Wenda)," tutur Dedi.