nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BNPB Pulihkan Sosial Ekonomi Warga Sentani Pasca-Banjir Bandang

Rabu 04 September 2019 10:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 04 340 2100442 bnpb-pulihkan-sosial-ekonomi-warga-sentani-pasca-banjir-bandang-6cDTBaui6q.jpg Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani, Papua. (Foto: BNPB)

SENTANI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo bertemu para tetua adat atau Ondofolo dan masyarakat adat se-Danau Sentani di acara 'Kebersamaan dalam se-Helai Papeda dari Pinggiran Danau Sentani untuk Persatuan dan Kedamaian bagi Tanah Papua dan Indonesia' di Bumi Kenambai Umbai, Sentani, Jayapura, Selasa 3 September 2019.

Dalam suasana sukacita di bawah langit cerah dan birunya air Danau Sentani, rombongan Kepala BNPB disambut hangat dengan upacara adat perkampungan Sereh Tua setelah selama kurang lebih 30 menit berlayar menggunakan katamaran di Danau Sentani.

Baca juga: Jokowi Ajak Masyarakat Selalu Waspada dengan Bencana Alam 

Di muka dermaga, Doni beserta rombongan diarak menuju tempat pertemuan yang telah dipadati masyarakat sekitar. Sebelum memasuki pelataran panggung utama, mantan Komandan Jenderal Kopassus ini diberi tanda kehormatan berupa hiasan kepala khas Cenderawasih dan sebuah tas noken yang dianyam oleh tangan-tangan ahli para Mama Sereh Tua.

Dalam pertemuan itu, Doni menyerahkan beberapa bantuan untuk warga Danau Sentani. Di antaranya adalah 26 perahu katamaran, 260 alat pengasap ikan, 100 ribu pohon masohi, dan 2 pabrik sagu yang rencananya dibangun di Sentani sebagai wilayah dengan ladang pohon sagu terbesar di Indonesia.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani Papua. (Foto: BNPB)

Bantuan-bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemulihan sosial ekonomi bagi warga Sentani yang terdampak bencana banjir bandang pada 16–17 Maret 2019. Bagi masyarakat sekitar, bantuan ini dinilai mampu memulihkan kepercayaan sekaligus melengkapi potensi yang ada di sekitar Danau Sentani.

"Kami masyarakat di sini selain bekerja di darat juga menyambung hidup di air (danau), maka dari itu dengan perahu (katamaran) dan alat asap ikan ini menandakan kami semakin lengkap. Terima kasih atas tindakan ini yang dapat memengaruhi bagi kami bahwa pemeritah tulus membantu bagi kita semua," ujar Ondofolo Sereh Tua.

Baca juga: 429 Orang Meninggal dan Hilang Akibat Bencana Alam Sepanjang 2019 

Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Jayapura, kehadiran BNPB sekaligus merupakan wujud perhatian pemerintah pusat, mulai saat bencana sampai masa pemulihan pascabanjir Sentani. Hal itu sekaligus menjadi tanda bahwa negara benar-benar hadir untuk masyarakat Papua sebagai pelipur lara dan solusi bagi masa depan Papua.

"Kami saat ini masih berduka, namun kami tidak mau menangis lagi. Oleh karena itu, kita harus ucap syukur karena ada hiburan dan bantuan dari pemerintah pusat. Negara hadir di tengah masyarakat kita. Pemerintah dan kita semua sudah berjalan pada rel yang benar," ungkap Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitau.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani Papua. (Foto: BNPB)

Di hadapan para Ondofolo, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat, Doni menyatakan sangat senang dan berterima kasih atas sambutan yang hangat dari publik Sentani. Ia juga mengatakan apa yang diberikan pemerintah itu tidak lain merupakan mandat dari Presiden Joko Widodo dalam kaitannya pemerataan kesejahteraan rakyat.

Doni menilai ada potensi besar yang dimiliki Jayapura, khususnya di sektor perikanan. Namun, hal tersebut masih belum dimaksimalkan.

Baca juga: BNPB: Sepanjang 2019 Telah Terjadi 1.901 Bencana 

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani Papua. (Foto: BNPB)

Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui BNPB mengharapkan agar dengan adanya perhatian dari pemerintah tersebut, masyarakat Papua dapat mengembangkan potensi dan bersaing dengan wilayah lain, bahkan menjadi primadona.

"Saya diberi tugas oleh Bapak Presiden Joko Widodo untuk memberikan bantuan alat asap, khususnya untuk mama-mama, agar dapat mengelola ikan sehingga memiliki nilai lebih. Ikan dari Danau Sentani suatu saat bisa dikirim dan dinikmati ke Jakarta, bahkan mancanegara," ungkap Doni.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa dua pabrik sagu bakal dibangun sebagai langkah awal pemanfaatan tanaman yang banyak dijumpai di Sentani itu sehingga menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual lebih.

"Sentani penuh dengan tanaman sagu. Papua adalah kawasan dengan hutan sagu terluas di dunia. Sayang kalau hal itu belum dimaksimalkan," ungkap Doni.

Baca juga: 2.500 Bencana Diprediksi Landa Indonesia di 2019, Ini Strategi Pemerintah 

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani Papua. (Foto: BNPB)

Nantinya dengan teknologi baru, sagu tidak hanya bisa dipakai untuk bahan baku papeda, tapi juga bisa dikembangkan menjadi jenis olahan lainnya seperti kuetiau, udon, tepung, dan sebagainya. Oleh karena itu, Doni juga mendorong pemeritah daerah segera memberi lahan yang strategis sebagai calon lokasi pabrik nantinya.

Dalam kesempatan tersebut, BNPB turut menyerahkan satu unit katamaran untuk setiap kampung di pesisir Danau Sentani. Katamaran yang sebelumnya telah diuji coba langsung oleh Kepala BNPB dan rombongan ini murni buatan dalam negeri dari Jawa Barat. Perahu katamaran ini bisa digunakan untuk patroli kebersihan danau, pariwisata, dan kegiatan lain yang menunjang masyarakat Danau Sentani.

Sedangkan dalam mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan, BNPB juga secara simbolis memberikan bantuan berupa bibit pohon masohi.

Keistimewaan dari masohi terletak pada kulit kayunya sebagai bahan parfum. Salah satu perusahaan yang mengembangkan parfum dengan bahan dasar masohi ialah Hermes.

Baca juga: JK Tegaskan Indonesia Komitmen Tingkatkan Kerja Sama Penanggulangan Bencana 

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani Papua. (Foto: BNPB)

Menutup rangkaian acara sekaligus merupakan acara inti, Doni bersama seluruh Ondofolo, dan Bupati Kabupaten Jayapura melakukan prosesi adat se-Helai Papeda yang langsung diikuti oleh seluruh masyarakat di bawah tenda yang sudah disiapkan.

Kegiatan itu merupakan cerminan persatuan dan kesatuan yang sudah dilakukan turun temurun oleh warga Sentani.

Baca juga: Mendagri Akan Kirim Radiogram ke Pemda Minta Tingkatkan Anggaran Bencana 

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo di Sentani Papua. (Foto: BNPB)

"Papeda adalah tanda persatuan dan kesatuan. Dengan makan (papeda) bersama artinya semua bersatu dari para pemimpin kampung. Kalau sudah duduk bersama makan papeda, maka tidak ada perselisihan. Hal itu yang kami pegang terus sampai sekarang," tutu Ondofolo Demas Tokoro.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini