nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

OTT KPK, Wabup Bengkayang Tahunya Bupati Hanya Pergi ke Pontianak

Ade Putra, Jurnalis · Rabu 04 September 2019 14:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 04 340 2100561 ott-kpk-wabup-bengkayang-tahunya-bupati-hanya-pergi-ke-pontianak-Yipqy6JcSq.jpg Ilustrasi Kasus Korupsi dan Suap (foto: Shutterstock)

PONTIANAK - Wakil Bupati (Wabup) Bengkayang Agustinus Naon mengaku mengetahui bahwa Bupati Bengkayang Suryadman Gidot bersama dua Pejabat Pemkab Bengkayang diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Selasa (3/9/2019).

Namun, ia belum mengetahui pasti apa hal yang membuat Bupati Bengkayang bersama Sekda dan Kadis PUPR Bengkayang diamankan oleh KPK.

Baca Juga: Pasca-OTT KPK, Begini Kondisi Rumah Pribadi Bupati Bengkayang 

"(Saya, red) tidak tahu masalahnya apa. Saya tahunya siang kemarin. Setelah dapat informasi dari ajudan," ujar Naon saat dihubungi dari Pontianak, Rabu (4‎/9/2019).

Lebih lanjut, Naon mengatakan, awalnya dia mengetahui bahwa Bupati Gidot hanya berangkat ke Pontianak. Di berita sebelumnya, tim penindakan KPK mengamankan tujuh orang saat menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Selasa, 3 September 2019.

Ilustrasi (foto: Shutterstock) 

Ketujuh orang tersebut di antaranya, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot; Sekda Bengkayang, Obaja; dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bengkayang, Aleksius.

Saat ini, Bupati Bengkayang dan empat orang lainnya sudah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk menjalani proses pemeriksaan intensif. Sementara dua orang lainnya, sedang dibawa dari Pontianak ke Jakarta.

"Lima orang termasuk Bupati, pejabat Pemkab lain sudah di KPK. Dua lainnya dibawa pagi ini ke KPK dari Pontianak. Mereka sedang proses pemeriksaan secara intensif," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (4/9/2019).

Baca Juga: Terjaring OTT KPK, Harta Kekayaan Bupati Bengkayang Capai Rp3 Miliar 

Selain mengamankan tujuh orang, tim juga menyita uang ratusan juta rupiah dari opersi senyap di Bengkayang. Uang tersebut diduga bukti suap terkait pengurusan proyek di Bengkayang.

"Ada uang ratusan juta juga yang kami amankan sebagai barang bukti. Diduga ada transaksi terkait proyek di Pemkab Bengkayang‎," ucapnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini