SOLO - Trah keturunan Pakubuwono (PB) X, menyesalkan lambannya penanganan kasus pemalsuan silsilah keturunan yang dilaporkan ke Bareskrim Polri dan Polresta Solo.
Pasalnya sejak tiga tahun pelaporan, hingga saat ini belum ada titik terang dari penanganan kasus pemalsuan silsilah PB X yang dilakukan pihak-pihak mengaku sebagai keturunan GKR Pembayun.
Baca Juga: Cucu Pakubuwono X Laporkan 8 Orang Terkait Dugaan Pemalsuan Trah Raja
Keluarga besar GKR Pembayun - Sis Tjakraningrat berencana datang ke Polresta Solo untuk menanyakan nasib pelaporan pemalsuan silsilah keturunan PB X.
Salah satu cicit PB X dari perkawinan eyang GKR Pembayun dan Sis Tjakraningrat, Mohammad Andree, mengaku heran dengan belum adannya kejelasan dari pelaporan yang dilaporkan tentang pemalsuan silsilah yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab. Padahal pelaporan pada polisi itu sudah mereka lakukan sejak 2018 silam.
Andree merujuk penanganan pemalsuan silsilah PB X yang dilaporkan pihak Pakualam ke Polda Yogyakarta. Saat ini kasusnya sudah sampai pada vonis pengadilan.
Di mana 8 orang telah dinyatakan bersalah di tingkat Pengadilan Negeri Yogyakarta. Sedangkan, putusan PN tersebut dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi.
"Kenapa sih belum juga ada titik terang terhadap perkara tersebut. Padahal kasus yang sama juga telah dilaporkan Pakualam di Polda Yogyakarta. Dan sudah sampai pada vonis pengadilan," ucap Andree kepada Okezone, Rabu (4/9/2019) dini hari.
"Di mana 8 orang telah dinyatakan bersalah ditingkat Pengadilan Negeri di Yogyakarta. Dan putusan tersebut dikuatkan oleh putusan Pengadilan Tinggi," sambungnya.
Sambil menunjukkan sejumlah bukti-bukti silsilah, Andree mengatakan, dari hasil perkawinan eyangnya itu dikaruniai empat orang anak yaitu BRAy Koes Siti Marliyah, (alm) Koes Sistiyah Siti Mariana, BRM M. Munier Tjakraningrat, dan BRM M. Malikoel Adil Tjakraningrat.
"Terus terang kami sedih saat mengetahui silsilah keturunan eyang kami diutak-utik. Ada yang berani menghilangkan silsilah dan menggantinya. Apalagi tujuannya kalau bukan untuk mendapatkan keuntungan," ungkap Andree.