Memasuki masa SMA, anak angkat Bung Karno, Ratna Djuami melanjutkan sekolah di Yogyakarta. Keputusan sekolah di Jogyakarta tersebut membuat istri Bung Karno, Inggit Ganarsih ikut mendampingi Ratna untuk bersekolah di Jogyakarta.
Kepergian Inggit dan anak angkatnya, Ratna ke Jogyakarta membuat semua pelayanan dalam rumah tangga semasa Bung Karno di pengasingan dilayani Fatmawati. Pelayanan terhadap Bung Karno tersebut, mulai dari memasak, membersihkan rumah serta lainnya.
Dari penitipan tersebut, muncul benih-benih cinta antara Bung Karno dan Fatmwati. Sehingga Bung Karno berpamitan dengan sang istri, Inggit untuk menikahi Fatmawati. Namun, hal tersebut di tolak Inggit lantaran tidak ingin di madu.
Berkat adanya peran dari Mohammad Hatta dan Buya Hamka dengan memberikan penjelasan kepada Inggit, pernikahan tersebut berlangsung pada tanggal 1 Juni 1943. Usai menikah, Fatmawati diboyong ke Jakarta untuk mendampingi Presiden Soekarno.

Dari pernikahan Bung Karno dan Fatmawati, dikaruniai lima orang anak. Yakni, Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.
Bung Karno sangat menyayangi istrinya, Inggit yang lembut tersebut. Selama 20 tahun mengarungi rumah tangga, Inggit memiliki peran sangat besar dalam episode perjuangan Bung Karno.
Inggit tidak berada di samping Bung Karno, saat kemerdekaan diproklamasikan. Namun, kehadiran dalam kehidupan dan perjuangan Bung Karno sangat luar biasa. Ketika Bung Karno menyatakan keinginan menikah lagi agar mempunyai keturunan, Inggit tetap tegar dan tabah dan memilih untuk dikembalikan ke keluarganya di Bandung, Jawa Barat.
''Pada tahun 1943, Soekarno menikah dengan Fatmawati di Bengkulu. Pernikahan tersebut diwakilkan dengan opsir dari Belanda. Setelah menikah Fatmawati langsung berangkat ke Jakarta,'' kata pendiri Bengkulu Heritage Socety, Almidianto, kepada okezone, beberapa waktu lalu.