Chaidar menjelaskan para pentolan kelompok jaringan ISIS merekrut anggota di Papua melalui Facebook, WhatsApps dan Telegram. "Perekrutannya cukup sederhana, yakni via medsos," ujarnya.
Dia menyebutkan para anggota kelompok ISIS yang ada di Papua sudah dilatih menguasai medan, membuat bom dan siap berjihad. "Mereka tidak takut."
(Salman Mardira)