CIREBON - Nasib tragis harus dialami santri dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat bernama Muhmammad Rozien (sebelumnya ditulis Mohammad Rozian).
Pasalnya, ia harus meregang nyawa setelah ditusuk oleh pria berinisial YS ketika menunggu kedatangan Ibunya di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat pada Jumat 6 September 2019 malam.
Ibu Rozien sendiri datang jauh-jauh dari Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan bermaksud untuk menjenguk Rozien yang sedang menimba ilmu di Ponpes Husnul Khotimah. Namun, sesampainya di Cirebon, Ibu Rozien sudah mendapati Rozien tergeletak di pinggir jalan dengan luka tusuk pada bagian dada.

Pelaku penusukan Rozien sendiri saat ini sudah berhasil ditangkap oleh Polres Cirebon Kota. Pelaku berinisial YS dan RM dihadiahi timah panas polisi karena sempat mencoba melarikan diri saat akan diamankan.
Berdasarkan peristiwa tersebut, Okezone telah menghimpun beberapa fakta, terkait kasus penusukan yang dilakukan YS sehingga menghilangkan nyawa Rozien. Berikut ini adalah fakta-faktanya.
1. Penusukan Terjadi Saat Rozien Menunggu Ibunya
Menurut informasi dari pihak kepolisian, saat kejadian, Rozien ditemani kawannya sedang menunggu kedatangan ibu Rozien di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Jawa Barat. Rozien dan ibunya memang sengaja membuat janji untuk bertemu di tempat tersebut.
Sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku berinisial YS dan RM tiba-tiba mendatangi Rozien. Ketika itu, YS langsung menghampiri Rozien dan menuduh Rozien telah memukuli temannya.

Saat dihampiri YS dan RM, kawan Rozien berinisial QG kemudian mencoba meminta bantuan kepada orang-orang di sekitar lokasi, mengingat ketika itu YS sudah menodongkan senjata tajam ke arah Rozien. Setelah meminta bantuan, QG kemudian sudah mendapati Rozien tergeletak dengan luka tusuk pada bagian dada.
Tidak berselang lama, Ibu Rozien kemudian datang dan melihat kondisi Rozien sudah tergeletak dipinggir jalan. Rozienpun langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Gunung Jati, Kota Cirebon untuk segera mendapat pertolongan. Akan tetapi, nyawa Rozien akhirnya tidak bisa diselamatkan karena Rozien kehilangan banyak darah.
2. Rozien Dituduh Memukuli Teman Pelaku
Wakapolres Cirebon Kota Marwan Fajrin menyebut, setelah YS dan RM melakukan aksi penusukan terhadap Rozien, mereka kemudian melakukan tindak pemerasan disertai ancaman terhadap ZM serta ZF di Jalan Kesambi, Kota Cirebon.
Diungkapkan Marwan, bahwa YS dan RM ini menggunakan modus yang sama ketika melakukan aksi penusukan terhadap Rozien. Mereka akan menuduh para korbannya, kalau korban tersebut sudah memukuli temannya.
"Modusnya sama, mereka menuduh korban telah memukuli temannya. Kemudian, nantinya mereka akan membawa korban tersebut ke suatu tempat untuk merampas barang-barang milik korban, " ucap Marwan, Minggu (8/9/2019).
Marwan menuturkan, YS dan RM sendiri berhasil ditangkap ketika mereka sedang berkumpul dengan teman-temannya. Pihaknya menangkap YS dan RM setelah menerima informasi dari keterangan para saksi.
"Mereka sempat akan kabur saat ditangkap. Petugas kemudian melakukan tindakan tegas terhadap mereka, " sambungnya.
3. Menolak Memberikan HP sebelum Ditusuk

Lebih lanjut, Marwan mengatakan, saat diancam oleh YS, Rozien menolak untuk memberikan handphonenya kepada YS. Rozien menurut Marwan, menolak memberikan handphonenya dikarenakan handphone tersebut digunakanya untuk berkomunikasi dengan ibunya.
"Korban menolak menyerahkan handphonenya, karena digunakan untuk berkomunikasi dengan sang ibu yang akan datang, " kata Marwan.
Para pelaku tersebut memang sengaja mencoba merampas barang-barang berharga milik Rozien. Nantinya, barang-barang tersebut akan dijadikan modal untuk membeli obat-obatan.
"Iya, uangnya nanti dibelikan obat oleh mereka, " ujar Marwan.
4. Setelah Menusuk Rozien, Pelaku Mencari Korban Lain
Seperti yang dikatan Marwan, bahwa setelah melakukan aksi penusukan terhadap Rozien, YS dan RM kemudian melakukan tindak pemerasan disertai ancaman terhadap ZM serta ZF.
Saat itu, YS dan RM tiba-tiba mendatangi ZM serta ZF di Jalan Kesambi, Kota Cirebon. ZM serta ZF kemudian dituduh telah memukuli teman YS dan RM. Kedua korban ini akhirnya diajak berkeliling oleh YS dan RM.
Setibanya di sebuah lokasi, YS lalu menodongkan senjata tajam ke leher ZF. Apabila ZF tidak menyerahkan barang berharganya, maka YS akan membunuhnya. YS dan RM sendiri berhasil merampas handphone beserta dompet ZF.
"Pelaku memakai modus acak. Mereka menuduh korban telah memukuli temannya. Kemudian korban ini diajak ke pesisir. Setelah di lokasi, korban lalu ditodong, " tambah Marwan.
5. Pelaku Baru Satu Bulan Keluar dari Penjara
Setelah tertangkap, diketahui bahwa YS merupakan seorang residivis sebuah kasus kriminal. YS sendiri menurut Marwan baru saja bebas setelah dua tahun dipenjara.
"Pelaku sudah dua tahun dipenjara. Kasusnya kasus pemerasan, " ungkapnya.
YS pun mengaku baru satu bulan menghirup udara bebas. Sedangkan, RM sendiri baru pertamakali melakukan aksi tersebut, setelah tidak lama mengenal YS.
"Baru satu bulan bebas, " terang YS.
6. YS Sedang Dalam Pengaruh Obat Keras
YS dan RM mengakui, bahwa saat melakukan aksi penusukan terhadap Rozien, mereka dalam pengaruh obat keras. YS mengatakan, obat keras yang dikomsumsi olehnya berjenis obat 'Desxtro'.
"Dalam pengaruh obat. Obatnya obat Dextro, " ungkap YS.
Guna menghindari aksi serupa, pihak Polres Cirebon Kota sendiri berencana meningkatkan pengamannannya di objek vital Kota Cirebon. Dijelaskan Marwan, pihaknya akan melakukan razia terhadap barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dan lainnya.
"Kita akan merazia benda-benda tajam atau benda-benda yang bisa melukai, " tegas Marwan.
Marwan menghimbau kepada masyarakat agar tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, serta mempercayakan keamaan Kota Cirebon kepada Polres Cirebon Kota.
Sebelumnya, pada Jumat 6 September 2019 malam kemarin, seorang santri bernama Muhammad Rozien (17) dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, yang merupakan warga asli Kalimantan Selatan, menjadi korban penusukan orang tidak dikenal.
Saat kejadian tersebut, Rozien difitnah telah melakukan pemukulan terhadap teman orang yang tidak dikenal itu. Rozien sendiri ketika itu sedang menunggu ibunya bersama kedua kawannya.
Setelah mendapat luka tusuk dibagian dada, Roziennpun lalu dibawa ke ke RS Gunungjati Kota Cirebon, agar segera mendapat pertolongan. Akan tetapi , nyawa dari Rozien tidak bisa diselamatkan akibat ia kehilangan banyak darah.
Dikehidupannya, Rozien dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun disiplin dan tepat waktu. Bahkan, teman-teman di pondoknya sangat merasa kehilangan dengan kepergian Rozien. Rozien diketahui, merupakan sosok paling tenang diantara ketiga saudaranya.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.