
Erlinda berharap segera ada mediasi agar Djarum dan KPAI mempunyai titik temu dan solusi untuk kepentingan anak bangsa serta olahraga bulutangkis.
Menurutnya, audisi yang dilakukan PB Djarum sebagai salah satu usaha untuk mencari atlet berbakat dan mengembangkan karier.
Ia mengatakan, apabila ada konflik terkait regulasi, sebaiknya segera ada solusi terbaik untuk anak serta olahraga bulutangkis.
"Salah satu solusi alternatifnya adalah mengubah nama kegiatan Audisi Djarum Foundation menjadi Audisi Badminton Berprestasi atau dalam bentuk lain dan tidak menggunakan nama merek dagang dan logo termasuk brand image produk tembakau/iklan, promosi, dan sponsorship (IPS) (pasal 36 PP 109 tahun 2012 ayat (1) dan (2))," tuturnya.