nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trump: Pembicaraan Damai dengan Taliban Telah "Mati"

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 10 September 2019 09:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 10 18 2102798 trump-pembicaraan-damai-dengan-taliban-telah-mati-Lp6IizjVzK.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan bahwa pembicaraan dengan Taliban, yang bertujuan untuk mengakhiri perang 18 tahun di Afghanistan, telah “mati”.

"Sejauh yang saya ketahui, mereka (pembicaraan) sudah mati," kata Trump kepada wartawan Gedung Putih sebagaimana dilansir BBC, Selasa (10/9/2019).

BACA JUGA: Pembicaraan Damai Dibatalkan, Taliban: Akan Lebih Banyak Pasukan AS yang Tewas

Sebelumnya, kedua belah pihak dilaporkan selangkah lagi menyelesaikan kesepakatan yang akan mengakhiri konflik di Afghanistan. Namun, pada akhir pekan lalu, Trump membatalkan pembicaraan rahasia dengan Taliban yang semula direncanakan dilangsungkan di Camp David, Maryland, setelah kelompok militan itu mengaku bertanggungjawab atas serangan yang menewaskan seorang tentara AS di Kabul.

"Mereka berpikir bahwa mereka harus membunuh orang untuk menempatkan diri mereka dalam posisi negosiasi yang sedikit lebih baik," kata Trump kepada wartawan, menyebut serangan itu sebagai "kesalahan besar".

Tentara AS dan NATO menyelidiki lokasi serangan bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, 5 September 2019. (Foto: Reuters)

Taliban mengatakan bahwa AS akan kehilangan lebih banyak dari pembatalan pembicaraan damai itu.

"Kami memiliki jadwal pertemuan. Itu adalah ide saya dan itu adalah ide saya untuk menghentikannya. Saya bahkan tidak membicarakannya dengan orang lain," kata Trump ketika ia meninggalkan Gedung Putih untuk sebuah kampanye politik di North Carolina.

"Saya membatalkan Camp David dengan alasan mereka melakukan sesuatu yang mereka yakin tidak seharusnya dilakukan," katanya, mengutuk serangan yang menewaskan 12 orang, termasuk tentara AS itu.

Taliban tidak pernah setuju untuk mengakhiri kampanye kekerasan mereka terhadap pasukan Afghanistan dan asing ketika negosiasi sedang berlangsung. Enam belas tentara AS tewas di Afghanistan pada tahun ini.

BACA JUGA: Capai Kesepakatan dengan Taliban, AS Akan Tarik 5.400 Pasukannya dari Afghanistan

Konflik di Afghanistan pecah pada 2001, ketika pasukan koalisi pimpinan AS menggulingkan pemerintah Taliban di Afghanistan karena memberikan perlindungan pada jaringan al-Qaeda yang merencanakan serangan terhadap AS pada 11 September. Sejak saat itu konflik terus berlanjut dan menyebabkan kerugian yang besar bagi AS.

Trump telah membuat penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai tujuan utama kebijakan luar negerinya. Sampai saat ini ada sekira 14.000 tentara AS yang masih berada di sana.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini