PEKANBARU - Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dirasakan warga. Salah satu penjaga sekolah Yayasan Abdurrab Islamic School Pekanbaru pingsan gegara menghirup asap karhutla.
"Iya, tadi salah satu penjaga asrama kita pingsan karena terpapar asap," kata Suci, Humas Yayasan Abdurrab Islamic School Pekanbaru kepada okezone, Selasa (10/9/2019).
Korban bernama Rizka. Ia pingsan saat sedang berada di asrama dan sekarang sudah dibawa ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru oleh rekannya dan pihak sekolah untuk mendapatkan perawatan. Hasil pemeriksaan Rizka terkena infeksi saluran pernapasn akut (Ispa).
Baca Juga: Karhutla di Riau Penyebab Kualitas Udara Semakin Memburuk
Selain penjaga asrama, salah guru Yayasan Abdurrab Islamic School Pekanbaru juga megap-megap atau sulir bernapas karena asap. Pihak yayasan langsung bergerak cepat untuk memberikan bantuan medis kepada korban.
"Ada juga guru tadi yang tidak tahan asap mengalami kesulitan bernafas. Guru tersebut diberikan alat bantuan pernafasan berupa tabung oksigen," ujarnya.

Yayasan Abdurrab Islamic School Pekanbaru merupakan sekolah boarding school. Siswanya dari tingkat SMP hingga SMA.
Asap pekat diketahui hari ini menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi pencemaran udara menunjukan level tidak sehat dan mendekati level sangat tidak sehat, bahkan jarak pandang terbatas hanya 1 kilometer.
Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi Riau menginstruksikan sekolah diliburkan. Kabut asap disebabkan karena karhutla yang tidak kunjung bisa diatasi.
Baca Juga: Ketua DPRD & Kapolda Jambi Pantau Kebakaran Hutan via Udara
Selain lahan warga, kebakaran juga terjadi di sejumlah lahan perusahaan raksasa di Riau seperti Sinarmas Grup, Surya Dumai Grup, perusahaan minyak PT Chevron dan perusahaan minyak milik daerah PT BSP (Bumi Siak Pusako).
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.