nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masyarakat Diminta Menjaga Santri Usai Terjadi Penusukan di Cirebon

Fathnur Rohman, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 02:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 525 2103226 masyarakat-diminta-menjaga-santri-usai-terjadi-penusukan-di-cirebon-CACgzofkxh.jpg Ilustrasi santri di pondok pesantren. (Foto: Dok Okezone)

CIREBON – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan prihatin terjadinya penusukan hingga menewaskan seorang santri dari Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bernama Muhammad Rozien, beberapa waktu lalu.

Uu meminta masyarakat turut menjaga dan lebih peduli terhadap para santri. Ia mengatakan, santri merupakan kalangan yang langka, karena tidak banyak anak muda zaman sekarang mau belajar ilmu agama.

"Saya berharap masyarakat ada sedikit kepedulian kepada para santri, karena mereka merupakan orang yang ikhlas meneruskan estafet kepemimpinan keagamaan. Kami minta perhatian agar santri dijaga," kata Uu ketika berbincang dengan Okezone, Selasa 10 September 2019.

Baca juga: Nunggu Dijenguk Orangtua, Santri di Cirebon Malah Tewas Ditusuk

Dirinya juga mengimbau, apabila ada seorang santri ingin pergi keluar dari pondok, maka lebih baik tidak sendirian. Hal itu agar penusukan terhadap Rozien tidak dialami santri lain.

Ilustrasi penusukan. (Foto: Shutterstock)

"Saya minta kasus ini diselesaikan secara tuntas sesuai hukum berlaku. Saya juga mendorong kasus seperti ini tidak terulang, sehingga para santri tidak merasa khawatir apabila ingin keluar dari pondok, " sambungnya.

Baca juga: Kronologi Penusukan Santri di Cirebon Versi Polisi 

Ketika ditanya mengenai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar kasus serupa tidak terjadi, Uu menjawab pihaknya telah menyiapkan beberapa program, seperti menyisipkan pelajaran kitab kuning di setiap SMA, dan sebagainya.

Uu mengklaim hanya dengan keimanan serta ketakwaaan, dekadensi moral yang saat ini terjadi bisa ditekan. "Solusinya adalah memberikan pembelajaran keagamaan kepada generasi milenial supaya kejadian semacam ini tidak teruang," ucap dia.

Sementara di tempat berbeda Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengungkapkan, setelah terjadi penusukan yang menewaskan santri Muhammad Rozien, Pemkot bersama pihak kepolisian dan TNI akan meningkatkan patroli keamamanan di wilayahnya. Ia pun menyatakan turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.

"Cirebon tetap menjadi kota aman. Hal itu bisa dilihat dengan tertangkapnya pelaku dalam waktu cukup cepat. Kemarin merupakan kejadian yang bisa saja terjadi di kota-kota lain," ungkap Azis.

Selain meningkatkan patroli keamanan, tutur Azis, pihaknya akan menempatkan kamera CCTV di tempat-tempat yang berpotensi rawan tindak kejahatan. Sehingga, kejadian seperti dialami Rozien bisa dihindari.

Baca juga: Penjual Obat Keras ke Penusuk Santri di Cirebon Ditangkap 

Ilustrasi mayat. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini