nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bencana Kabut Asap London 1952 Renggut Ribuan Nyawa

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 08:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 12 18 2104196 bencana-kabut-asap-london-1952-renggut-ribuan-nyawa-VCjc380ZYJ.jpg Adegan film dari Pathe yang menggambarkan kabut asap di London pada 1952.

SELAMA lima hari, dari 5 sampai 9 Desember 1952, Ibu Kota Inggris, London diselimuti kabut asap mematikan, yang berdampak besar bagi kehidupan warga, dan secara efektif membuat kegiatan kota itu terhenti. Di beberapa daerah, selama dua hari penuh, penduduk sama sekali tidak bisa melihat pemandangan di depan karena tebalnya asap, sekolah-sekolah terpaksa ditutup, bahkan pertunjukan opera yang direncanakan akan digelar harus dibatalkan kabut asap mengaburkan panggung.

Keadaan kota begitu mengerikan sehingga anak-anak, bahkan hewan peliharaan seperti anjing harus mengenakan masker agar mereka tidak menghirup udara beracun.

Kabut asap telah menjadi masalah besar di Inggris sejak industrialisasi dimulai, tetapi pada abad ke-19 itu tidak selalu dianggap sebagai risiko kesehatan masyarakat. Kebanyakan penduduk kota lebih khawatir tentang 'miasma' (bahan organik dan limbah yang membusuk) daripada asap batubara dan belerang. Beberapa bahkan percaya bahwa asap adalah 'desinfektan' yang sebenarnya bisa melindungi mereka dari partikel berbahaya yang ada di udara.

Namun, serangkaian insiden yang disebabkan asap segera mengubah pandangan itu, menjadikan hubungan antara kabut asap dan masalah kesehatan menjadi jelas. Tidak hanya krisis pada 1952, sebelumnya, kejadian serupa telah terjadi beberapa kali dan menyebabkan jatuhnya ratusan korban jiwa.

Pada November 1948, kabut asap berbahaya menyebabkan sekitar 700 hingga 800 kematian di London. Setelah insiden Desember 1952, pada Januari 1956 kabut asap kembali menyebabkan 1.000 kematian, diikuti serangkaian kejadian lainnya: pada Desember 1957 (750 kematian), Januari 1959 (lebih dari 200 kematian), dan Desember 1962 (antara 340 dan 700 kematian).

Bukan hanya London yang mengalami kondisi berbahaya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dengan cara ini. Sekira empat puluh persen dari populasi Inggris tinggal di 'daerah hitam' yang mengalami polusi parah.

Berdasarkan catatan BBC, asap yang menyelimuti London pada 1952, khususnya, sangat berbahaya. Pada saat itu, petugas medis mengakui bahwa asap secara langsung menjadi penyebab dari 4.000 kematian, tetapi para peneliti kemudian menyatakan bahwa ada 12.000 "kematian tambahan" sebagai akibat dari kabut asap beracun selama lima hari itu dan efek jangka panjangnya.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kejadian pada tahun itu menjadi sangat berbahaya.

Pada musim dingin 1952 suhu turun drastis, sehingga orang menumpuk batu bara yang kaya belerang ke dalam tungku rumah dan perapian agar tetap hangat. Sebelumnya, pada Juli, trem listrik yang beroperasi telah diganti dengan ribuan bus bertenaga diesel, yang menyebabkan tingkat asap diesel yang belum pernah terjadi sebelumnya memasuki atmosfer. Kegiatan industri memompa racun ke udara.

Kejadian itu memaksa pemerintah untuk bertindak dan segera menerbitkan Undang-Undang Udara Bersih 1956 yang memberi pemerintah daerah wewenang untuk membuat 'daerah tanpa asap' di mana hanya bahan bakar tanpa asap yang diizinkan pemerintah yang dapat dibakar. Karena aturan ini membutuhkan alat pembakar yang sudah ada sebelumnya, pemerintah setempat menawarkan hibah kepada keluarga yang mau membeli dan memasang peralatan pemanas baru.

Program pembersihan daerah kumuh juga membantu meringankan polusi. Sebagian besar rumah yang dihancurkan adalah rumah-rumah dengan gerbang batu bara kuno dan kompor memasak: rumah-rumah otoritas lokal memasang pemanas gas.

Ada masalah besar dengan Undang-Undang Udara Bersih 1956: aturan itu hanya mengatasi polusi atmosfer yang terlihat, namun mengabaikan yang lain, misalnya emisi sulfur dioksida dan karbon dioksida. Tetapi dari 1956 hingga 1966, emisi asap dari sumber-sumber domestik turun 38 persen: di London, emisi bahkan turun mencapai 76 persen. Emisi industri dan kereta api berkurang 74 hingga 92 persen.

Hasilnya, London menjadi lebih cerah. Jumlah rata-rata sinar matahari di London meningkat 73 persen. Rata-rata jam tahunan kabut tebal di London pusat turun hingga setengahnya, jumlah spesies burung berlipat ganda, lebih banyak tanaman halus yang selamat, dan bangunan umum juga menjadi jauh lebih bersih.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini