nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Bocah SD Rawat Ibu Kandungnya yang Sakit Stroke

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 12 September 2019 18:36 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 12 519 2104102 kisah-bocah-sd-rawat-ibu-kandungnya-yang-sakit-stroke-iLMJIpk3zm.jpg Gunadiono saat merawat sang bunda (foto: Okezone.com/Avirista)

JOMBANG - Muhammad Gunadiono (5) bocah asal Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, begitu malang, di usianya yang masih kecil ia harus merawat sang ibu yang menderita stroke.

Umiati (46) nama sang ibu harus lumpuh tak berdaya lantaran penyakit stroke yang dideritanya. Sejak dua tahun yang lalu sehari - hari Umiati hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Kaki dan tangannya lumpuh tak bisa berjalan, bahkan stroke juga telah menyerang mulut dan mata yang membuat sulit berbicara dan mendengar.

Umiati dan Gunadiono tinggal bersama sang nenek, pasca ayah dan ibunya bercerai saat Gunadiono masih dalam usia balita. Mereka tinggal di rumah pasangan Miran dan Ngatini sang paman dan budhe Gunadiono, sekaligus kakak Umiati, yang beralamat di Dusun Balongmojo, Desa Gedungombo, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang.

Sehari-hari, bocah kelas 5 SDN 2 Gedungombo ini dengan telaten menyuapi sang ibundanya sebanyak tiga kali. Ia menyuapi sang ibu, sebelum berangkat sekolah, saat pulang, dan saat malam hari.

 Bocah SD

Gunadiono yang dibantu Bude-nya Ngatini, juga dengan telaten membantu ibunya untuk mandi setiap sore hari.

"Hanya memandikan untuk membantu budhe yang memandikan ibu," katanya dengan polos.

Umiati yang telah menderita stroke sejak Gunadiono duduk di kelas 3 SDN ini hanya bisa pasrah sambil menahan sakit. Ia hanya pasrah menatap sang anaknya Gunadiono yang perlahan-lahan menyuapinya dengan menu ala kadarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Gedungombo, Laaiman mengungkapkan, Umiati sebenarnya mendapat bantuan sosial Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga bantuan pangan non tunai. Bahkan ia telah menyarankan keluarga Umiati untuk membawanya ke rumah sakit dengan ambulans milik desa setempat.

"Keluarganya tidak mau dibawa ke rumah sakit. Tidak ada yang menjaga, kakaknya juga kerja, la anaknya masih sekolah. Jadi kendalanya di keluarganya," kata Laaiman.

(wal)

Berita Terkait

Kisah Bocah Miskin

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini