nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pilu Nursela, 13 Tahun Lumpuh Usai Imunisasi

Abimayu, Jurnalis · Sabtu 02 Desember 2017 18:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 02 340 1824129 kisah-pilu-nursela-13-tahun-lumpuh-usai-imunisasi-rFiqRLOpbA.jpg Nursela, remaja asal Muarojambi lumpuh 13 tahun (Abimayu/Okezone)

JAMBI – Nasib remaja perempuan ini sungguh memilukan. Sejak 13 tahun silam, Nursela asal Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Jambi lumpuh. Ia hanya bisa berbaring, tak leluasa bergerak seperti anak normal seusianya.

Ade Ratnasari (38), ibu kandung Nursela menuturkan, anaknya itu lumpuh sejak usia tujuh bulan. Nursela lahir normal. Kelainan mulai terjadi usai Nursela diimunisasi.

"Waktu lahir normal. Setelah disuntik imunisasi diusia tujuh bulan, Nursela sering kejang-kejang. Selain kejang, Sela juga sering demam panas tinggi," kata Ade, Sabtu (2/12/2017).

Usaha untuk mengobati anak tercintanya terus dilakukan demi kesembuhannya.

"Kala itu, kondisi Nursela sempat membaik, namun tidak bertahan lama. Tubuhnya kembali demam tinggi dan kondisinya semakin memburuk," ujar Ade.

Kaki dan tangan remaja itu makin hari kian mengecil hingga lumpuh tak berdaya. Sekarang ia hanya bisa berbaring di ranjang.

Sudah berkali-kali Ade membawa anaknya ke rumah sakit. Namun, ikhtiarnya belum membuahkan hasil nyata.

"Sudah sering saya bawa berobat ke rumah sakit. Semua upaya sudah saya lakukan untuk mengobati Sela. Tapi tak kunjung sembuh. Lagipula kalau berobat inap, terus terang saya tidak punya uang untuk bayar rumah sakitnya," ucap Ade Ratna.

Sejak mejanda, ibu dua orang anak ini harus banting tulang sebagai buruh cuci pakaian menghidupi keluarganya sebagai orangtua tunggal. Ia pun sering meninggalkan Nursela di rumah karena kerap bekerja dari pagi hingga malam.

"Untuk biaya makan sehari-hari, cukuplah. Termasuk untuk biaya anak keduanya, Mesia yang duduk di kelas 2 SD," imbuhnya.

Hanya saja, untuk biaya pengobatan kesembuhan Nursela, Ade Ratnasari berharap ada uluran bantuan dari pemerintah atau dermawan.

"Saya prihatin dengan kondisi anak saya. Semoga saja ada orang dermawan yang membantu biaya pengobatan kesembuhan anak saya," harapnya.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini