nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Abrar al Kubaisi, Wanita yang Berperan Kembangkan Senjata Kimia ISIS

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 22:25 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 13 18 2104634 abrar-al-kubaisi-wanita-yang-berperan-kembangkan-senjata-kimia-isis-Iex6ane0kp.jpg prajurit ISIS. Foto/Reuters

ABRAR AL-KUBAISI telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah pengadilan Irak menyatakan wanita itu membantu kelompok ISIS mengembangkan senjata kimia dan biologi.

Kementerian Dalam Negeri Irak mengutip VOA, Jumat (13/9/2019) memiliki peran kunci dalam riset ISIS, sebagai tokoh yang mengembangkan senjata kimia dan biologi.

Dinas Intelijen Irak tidak mengungkapkan waktu penangkapannya, tetapi disebutkan bahwa ia telah ditangkap dalam suatu operasi sebelumnya.

“Abrar al-Kubaisi adalah salah seorang peneliti biologi terkemuka yang terlibat dalam program ISIS untuk memproduksi dan melatih unsur-unsur khusus di dalam lembaga di organisasi teroris itu atas penyiapan, produksi dan penggunaan senjata kimia,” kata Abu Ali al-Basri, kepala Direktorat Intelijen dan Kontraterorisme Kementerian Dalam Negeri Irak, dalam pernyataan kepada surat kabar al-Sabah.

Baca juga: ISIS Diumumkan Kalah

Baca juga: Wanita ISIS Asal Bandung di Suriah: Kami Ingin Pulang ke Indonesia

Al-Basri mengatakan Abrar al-Kubaisi telah memberitahu para pejabat Irak bahwa ia dipikat kelompok ekstremis itu melalui internet dan bahwa ia membantu militan ISIS melancarkan serangan dengan senjata kimia di Irak.

"Pengakuan teroris Abrar al-Kubaisi menunjukkan bagaimana ia diperdaya melalui media sosial untuk bergabung dengan organisasi teroris itu,” sebut kepala dinas intelijen itu.

Ia menambahkan bahwa al-Kubaisi mengikuti arahan ISIS untuk membantu dalam hal penggunaan bahan-bahan senjata kimia dalam beberapa operasi di Baghdad.

Berbagai laporan mengenai penggunaan senjata kimia oleh ISIS telah muncul sedini tahun 2015 sewaktu pasukan Kurdi dan Irak setempat mengeluh tentang jatuhnya puluhan korban di medan tempur akibat penggunaan gas mostar oleh kelompok jihadis tersebut.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini