nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gara-Gara Posting Dana Desa di Medsos, Aktivis Kampus Ditusuk OTK

Era Neizma Wedya, Jurnalis · Jum'at 13 September 2019 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 13 340 2104316 gara-gara-posting-dana-desa-di-medsos-aktivis-kampus-ditusuk-otk-mF1XWADxyF.jpg Foto Ilustrasi shutterstock

MURATARA - Seorang aktivis, Dodi Apriadi (21) warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK), pada Kamis 12 September 2019.

Menurut Rifandi, kakak korban mengatakan, adiknya yang tengah kuliah Semester II di STAIS BS Lubuklinggau ini, diduga dianiaya oleh anak buah Kades Mandi Angin yang kemungkinan tidak senang dengan unggahan di media sosial milik adiknya yang sering berkaitan dana desa.

"Adik saya itu sering memposting mengenai dana desa di akun facebook-nya. Tidak tahu kenapa mungkin Kades tersinggung, dan menyuruh anak buahnya mengeroyok Dodi. Mungkin tujuannya untuk mengasih efek jera agar tidak memposting berkaitan dana desa," jelas Rifandi.

 Aniaya

Ia pun menduga berawal dari kasus tersebut, adiknya dikeroyok oleh anak buah kades hinigga mengalami luka tusuk.

"Akibat dari pengeroyokan tersebut Adik saya mengalami luka tusuk dibagian tangan dan punggung oleh benda tajam. Dan memar-memar serta bengkak dibagian kepala,” sambungnya.

Dodi pun langsung dibawa ke Rumah Sakit Rupit dan dirujuk ke RS Arbunda Lubuklinggau.

"Saat ini korban dalam pemulihan untuk dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Sebab kasus ini sudah kami laporkan langsung ke Polres Musi Rawas," tegasnya.

 Aniaya

Sementara itu, Kapolres Musi Rawas (Mura) AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rawas Ilir IPTU Aprinaldi membenarkan adanya dugaan penganiayaan tersebut.

"Kami belum mendapat laporan dari pihak keluarga ataupun korbannya. Yang kami tahu korban sekarang dirawat di rumah sakit," kata Aprinaldi.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini