MURATARA - Seorang aktivis, Dodi Apriadi (21) warga Desa Mandi Angin, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menjadi korban penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK), pada Kamis 12 September 2019.
Menurut Rifandi, kakak korban mengatakan, adiknya yang tengah kuliah Semester II di STAIS BS Lubuklinggau ini, diduga dianiaya oleh anak buah Kades Mandi Angin yang kemungkinan tidak senang dengan unggahan di media sosial milik adiknya yang sering berkaitan dana desa.
"Adik saya itu sering memposting mengenai dana desa di akun facebook-nya. Tidak tahu kenapa mungkin Kades tersinggung, dan menyuruh anak buahnya mengeroyok Dodi. Mungkin tujuannya untuk mengasih efek jera agar tidak memposting berkaitan dana desa," jelas Rifandi.

Ia pun menduga berawal dari kasus tersebut, adiknya dikeroyok oleh anak buah kades hinigga mengalami luka tusuk.
"Akibat dari pengeroyokan tersebut Adik saya mengalami luka tusuk dibagian tangan dan punggung oleh benda tajam. Dan memar-memar serta bengkak dibagian kepala,” sambungnya.