JAKARTA – Terpilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK periode 2019-2023 dipertanyakan sejumlah pihak. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu menepis isu adanya lobi-lobian dalam terpilihnya Firli Bahuri.
Masinton mengatakan Firli Bahuri dipilih karena dianggap memiliki kapasitas memimpin KPK. Menurutnya tudingan pelanggaran etik dilakukan Firli Bahuri saat menjabat Deputi Penindakan KPK tidak memiliki bukti-bukti valid.
Dia menyebutkan dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III, Firli Bahuri bisa mematahkan tudingan miring terhadapnya.
Baca juga: Firli Bahuri Ketua KPK dengan Harta Kekayaan Rp18,2 Miliar
"Kemudian semua anggota Komisi III mendengarkan pemaparan dari Firli, bahwa kami memandang beliau punya leadership, punya keberanian, dan menguasai hukum dan mengerti penerapan hukum," ucap Masinton, Jumat (13/9/2019).

Firli Bahuri (Okezone.com/Harits)
Selain itu, menurut Masinton, seluruh anggota Komisi III telah menyepakati bahwa calon pimpinan (capim) KPK yang mendapatkan suara paling banyak, akan dipilih menjadi ketua.
Baca juga: Firli Bahuri Terpilih Jadi Ketua KPK 2019-2023
"Dari awal pendaftatan sampai akhir. Semua mengikuti proses pak Firli dari awal beliau daftar. Nah itu, jadi ya kami melihat ada yang tidak benar," ungkapnya.
"Kita berkesimpulan bahwa tidak boleh institusi KPK itu digunakan untuk berpolitik, menyerang harkat dan martabat seseorang, itu pidana jatuhnya. Itu ada konsekuensi pidana," pungkas Masinton.