nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Unjuk Rasa di Konsulat Inggris, Demonstran Desak London Pastikan Kebebasan Hong Kong

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 15 September 2019 15:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 09 15 18 2105103 unjuk-rasa-di-konsulat-inggris-demonstran-desak-london-pastikan-kebebasan-hong-kong-SSnM7491X8.jpg Foto: Reuters.

HONG KONG – Ribuan demonstran di Hong Kong pada Minggu melakukan unjuk rasa di bawah lautan payung setelah sebelumnya berkumpul dan menyanyikan “God Save The Queen” di depan gedung Konsulat Inggris, mendesak agar bekas negara penjajahnya itu memastikan China menghormati kebebasan di kota itu.

Sejumlah departemen store kelas atas di distrik perbelanjaan di Causeway Bay dan Pusat Bisnis barat tutup untuk mengantisipasi terjadinya kekerasan dan kerusuhan.

BACA JUGA: Datangi Konsulat AS, Demonstran Desak Trump Bebaskan Hong Kong dari China

Hong Kong telah diguncang demonstrasi selama lebih dari tiga bulan, yang kadang-kadang berakhir kekerasan. Kemarahan demonstran tampaknya mudah terpicu dengan apa pun yang mereka anggap sebagai campur tangan Beijing di wilayah yang memiliki status otonomi itu.

Deklarasi Bersama Sino-Inggris, yang ditandatangani pada 1984, menjabarkan masa depan Hong Kong setelah kembali ke China pada 1997. Deklarasi itu merupakan kesepakatan mengenai formula "satu negara, dua sistem" memastikan kebebasan di Hong Kong yang tidak dinikmati di wilayah China daratan.

"Deklarasi Bersama Sino-Inggris BATAL," demikian tulisan pada salah satu plakat dalam protes di luar Konsulat Inggris. Plakat yang lain bertuliskan "SOS Hong Kong".

"Satu negara, dua sistem sudah mati," teriak pengunjuk rasa dalam bahasa Inggris, beberapa demonstran membawa bendera kolonial juga membawa Union Jack, berteriak "Bebaskan Hong Kong."

Para demonstran menyerahkan petisi dan pergi saat ribuan orang menuju ke arah mereka di sepanjang jalan Hennessy Road.

BACA JUGA: Media China: Segala Upaya untuk Memisahkan Hong Kong "Akan Dihancurkan"

"Saya di sini untuk menuntut Inggris melindungi hak-hak warga negara kami di Hong Kong dan berbicara untuk Hong Kong di bawah Deklarasi Bersama," kata Jacky Tsang, seorang demonstran berusia 25 tahun kepada Reuters.

Demonstrasi di Hong Kong dipicu oleh rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang sekarang sudah “mati”. Namun, demonstrasi kemudian meluas menjadi tuntutan untuk kebebasan yang lebih luas dari China.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini