nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Program Pompanisasi Sungai Bengawan Solo Jadi Berkah Petani Tuban

Senin 16 September 2019 15:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 16 1 2105443 program-pompanisasi-sungai-bengawan-solo-jadi-berkah-petani-tuban-ZMzJIq5kHo.jpg Program pompanisasi di Tuban (Foto: Kementan RI)

TUBAN - Usai meresmikan Warehouse UPJA Tani Karya Mandiri, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan meninjau lokasi pompanisasi di sungai Bengawan Solo, Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.

"Di sini, air Sungai Bengawan Solo dimanfaatkan untuk kepentingan pertanian. Hal ini dilakukan dengan pompanisasi air dari Bengawan Solo untuk selanjutnya dialirkan ke saluran irigasi untuk mengairi sawah. Air Bengawan Solo tak pernah surut meskipun musim kemarau," ujar Sarwo Edhy.

Bantuan pompanisasi yang difasilitasi oleh Ditjen PSP Kementrian Pertanian RI ini dikelola oleh Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Karangtinoto di Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban. Para petani mampu memindahkan sebagian air sungai itu untuk mengairi lebih dari 1.700 hektar lahan milik petani di daerah tersebut.

"Ini adalah salah satu antisipasi kekeringan untuk sawah-sawah lahan tadah hujan. Dengan ada sitem pipanisasi ini dengan adanya pompa yang berukuran besar ini bisa menyedot air dari sumber-sumber air yang ada di sungai sebelah. Sehingga di sini kita bisa mengairi lebih kurang 1700 hektar, ini luar biasa," jelas Sarwo Edhy.

Dia menambahkan, program pompanisasi Bengawan Solo perlu dicontoh oleh daerah-daerah lainnya. Khususnya yang memiliki lahan yang sering kekeringan padahal berada di pinggir sungai yang tak pernah kering.

"Kita bisa laksanakan dengan jumlah lebih besar lagi. Sehingga kita bisa membantu petani yang biasa bertanam satu kali, setelah ada pompanisasi bisa bertanam 3 kali dalam setahun," kata Sarwo Edhy

Aliran Sungai Bengawan Solo melewati sejumlah wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah, seperti Kabupaten Madiun, Ngawi, Blora, Bojonegoro, Lamongan, Tuban dan berakhir di Gresik.

“Dampaknya sangat positif, IP (indeks pertanian) meningkat. Yang awalnya lahan tersebut hanya satu atau dua kali tanam menjadi dua sampai tiga kali tanam. Produktivitas pun meningkat karena air mencukupi untuk pertumbuhan tanaman,” jelasnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tuban Murtadji, mengatakan program pompanisasi sangat membantu warga. Selama ini ketika musim kemarau, warga hanya bisa menanam palawija karena lahan kekeringan. Sedangkan ketika musim hujau, lahannya terendam banjir.

"Tetapi Alhamdulillah, saat ini dengan adanya pompanisasi dan alsintan bantuan dari Ditjen PSP, Alhamdulillah kita bisa tanam 2-3 kali dalam setahun," ujar Murtadji

Pihaknya telah berinovasi agar Sungai Begawan Solo bisa mengairi sawah-sawah di sekitarnya. Hasilnya, Desa Karangtinoto dan sekitarnya panen raya di musim kemarau.

"Untuk itu kami atas nama masyarakat tani Desa Karangtinoto dan sekitarnya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada kami, semoga ini bisa dikembangkan di wilayah wilayah lainnya," kata Murtadji.

Dia menambahkan, peningkatan produksi di musim kemarau sangat luar biasa, karena hasil panen rata-rata di atas 10 ton. "Pompanisasi dari sungai Begawan di Desa Karangtinoto yang dikelola oleh Hippa mengairi seluas 1.700 hektar dan untuk Desa Karangtinoto sendiri seluas 463 hektar," pungkas Murtadji. (adv)

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini