nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batal Ceramah, UAS Keluhkan Masalah Kebakaran Hutan

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis · Kamis 19 September 2019 00:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 18 340 2106571 batal-ceramah-uas-keluhkan-masalah-kebakaran-hutan-vBSto2gFJV.jpg Ustadz Abdul Somad (foto: Okezone.com/Dede)

PEKANBARU - Pencemarah Ustaz Abdul Somad (UAS) mengeluhkan bencana dampak kabut asap. Gegara asap, diapun batal berdakwah di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kelupauan Riau.

Hal itu diungkap UAS di akun Instagramnya, Kamis (18/9/2019). Di akun IG miliknya UAS menyindir para pelaku pembakar hutan dan lahan. Postingan dai asal Pekanbaru, Riau itu langsung diserbu nitezen. Postingan UAS disukai oleh 94.899 nitezen.

 Baca juga: Karhutla Riau, Wiranto : Tak Separah Seperti yang Diberitakan

Dalam unggahannya, UAS menggunakan foto close-up menggunakan masker berwarna hitam dan topi berwarna hitam. Dalam foto selfinya pada bagian belakang (Background) adalah sebuah pesawat.

Dalam unggahanya UAS mengelurkan kalimat menggelitik terkait batalnya ceramahnya di Anambas karena asap yakni semoga pembakar hutan ngasi jadwal pembakaran hutan.Berikut kalimat lengkap UAS yang diunggah di akun IG miliknya.

 Baca juga: Atasi Kabut Asap, Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca Diperluas ke Kalimantan

UAS

Sahabat UAS

Batal terbang dari Batam ke Anambas, karena jarak pandang di Letung. Pelajaran, tahun depan bulan bulan segini jadwal tausiyah yang bisa ditempuh naik sepeda motor ajalah. Tapi lebih kongkritnya, semoga pembakar hutan ngasi jadwal pembakaran hutan.

 

Postingan UAS mengenai dampak asap banyak respon dan mendapat 1.513 komentar. Dalam postingan UAS juga mengapload video dan mewawancarai salah satu petugas Bandara Hang Nadim Batam.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya sedang di Bandara Batam mau menuju saya Letung, Anambas tapi karena sesuatu hal tidak bisa terbang, jadi kira kita apa penyebabnya pak Feri? tanya UAS.

 

Petugas bandara yang diwawancaraipun meminta maaf UAS karena pesawat yang akan dinaiki tidak bisa terbang. Dia menjelaskan karena asap menggangu jarak pandang.

 

"Jarak pandang saat ini 1.500 meter. Normalnya adalah 5000 meter. BMKG menjelaskan kondisi ini akan terus terjadi selama 3 jam ke depan. Jadi mohon maaf pak Ustaz," kata petugas yang diwawancarai UAS.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini